Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho, menegaskan target ambisius untuk tiga pasangan ganda putra Indonesia, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, guna menembus peringkat 10 besar dunia pada tahun 2025. Meskipun saat ini hanya pasangan Fajar/Rian yang berada di urutan keempat, upaya untuk mengembalikan kejayaan ganda putra Indonesia harus dilakukan dengan persiapan yang matang.
Dalam peringkat terbaru, Fajar/Rian berada di antara jajaran elit ganda putra dunia, sementara Fikri/Daniel dan Leo/Bagas masih berjuang untuk memperbaiki posisi mereka yang kini berada di peringkat ke-16 dan ke-17. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, perjalanan masih panjang dan penuh tantangan. Sementara itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani saat ini menduduki peringkat kesepuluh, tetapi mereka berstatus atlet non-pelatnas.
Anton menyampaikan harapannya bahwa ketiga pasangan ini bisa mencapai target yang telah ditetapkan dalam waktu satu tahun ke depan: "Fajar/Rian sudah ada di 10 besar, sementara Bagas/Leo dan Fikri/Daniel terus menunjukkan progres. Target dalam satu tahun ke depan adalah menembus 10 besar. Saya berharap ketiga pasangan ini bisa mencapainya," ungkap Anton saat konferensi pers di Jakarta.
Namun, Anton juga mengingatkan bahwa mencapai target tersebut bukanlah hal yang mudah. Persaingan di sektor ganda putra semakin ketat, dan pemain-pemain diharapkan siap dalam setiap pertandingan. "Istilahnya persiapannya harus matang. Tidak asal kesiapan. Harus ada waktu persiapan yang lebih keras lagi," tambahnya.
Perlu diingat bahwa ganda putra Indonesia sebelumnya memiliki sejarah kejayaan yang masih terpatri dalam ingatan fan berat bulu tangkis. Di era Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Minions) dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (the Daddies), Indonesia mendominasi peringkat dunia dan sempat menduduki peringkat satu dan dua. Fajar/Rian juga berhasil menembus lima besar dunia pada 2019, yang merupakan prestasi signifikan.
Namun, performa ganda putra Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, terutama akibat hasil yang kurang maksimal di ajang BWF World Tour. Banyak pemain andalan yang telah pensiun, termasuk Kevin/Marcus dan ganda veteran Hendra/Ahsan, yang memberikan dampak pada dinamika tim.
Berikut adalah beberapa faktor kunci yang akan menjadi perhatian dalam upaya mencapai target peringkat 10 besar:
- Persiapan Fisik dan Mental: Kamudian pemain harus memiliki kesiapan fisik yang optimal dan mental yang kuat untuk bersaing di level tertinggi.
- Kualitas Latihan: Penekanan pada kualitas sesi latihan perlu ditingkatkan untuk membangun ketahanan dan strategi permainan yang lebih baik.
- Dukungan Pengurus: Dukungan penuh dari PBSI dalam hal fasilitas dan dukungan psikologis akan sangat berperan dalam meningkatkan performa atlet.
- Evaluasi Reguler: Melakukan evaluasi rutin terhadap penampilan dan strategi, serta adanya feedback dari pelatih untuk melakukan perbaikan dalam permainan.
- Target Terkelola: Menetapkan target jangka pendek yang dapat dievaluasi secara berkala untuk menjaga semangat kompetisi dan kemajuan pemain.
Dengan fokus pada target dan usaha maksimal dari seluruh tim, ada harapan bagi ganda putra Indonesia untuk kembali bersinar di pentas dunia, dengan upaya untuk bangkit mula dari kekuatan yang ada saat ini. Keberhasilan dalam mewujudkan ambisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan keyakinan dan kerja keras.