Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi, masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan yang berpotensi meningkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kejahatan finansial cenderung mengalami lonjakan pada periode ini, di mana pelaku kejahatan memanfaatkan momen untuk melancarkan aksinya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (KE PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa sejumlah modus penipuan yang perlu diwaspadai masyarakat meliputi:
-
Arisan Palsu: Penawaran arisan yang menjanjikan keuntungan menjelang Idulfitri sering kali berujung pada kehilangan uang. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap tawaran arisan dari pihak yang tidak jelas.
-
Investasi Bodong: Modus penipuan ini menawarkan imbal hasil tinggi tanpa dasar yang jelas. Penipuan investasi sering kali menjebak banyak orang yang ingin mendapatkan keuntungan cepat di tengah kesibukan persiapan Idulfitri.
-
Social Engineering: Dalam modus ini, pelaku mencoba mendapatkan informasi pribadi korban dengan manipulasi psikologis. Biasanya, mereka akan mengaku sebagai pihak resmi dan meminta data sensitif yang dapat membahayakan keamanan keuangan korban.
-
Skimming dan Phishing: Metode ini meliputi pencurian data kartu ATM atau kredit dengan menggunakan alat tertentu. Pelaku juga bisa menyisipkan perangkat penyadapan di mesin ATM untuk mencuri data nasabah.
-
Penawaran THR Palsu: Pelaku kejahatan sering memanfaatkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dengan menawarkan program bantuan yang tidak nyata, mengelabui masyarakat yang tengah mencari cara untuk memperoleh THR.
-
Pinjaman Online Ilegal: Dengan janji proses cepat dan mudah, banyak pinjaman online tidak resmi yang akan menghimpit korban dengan bunga tinggi dan denda tak terduga.
-
Paket Perjalanan Wisata dan Umrah dengan Diskon Tidak Wajar: Keberangkatan umrah yang sering terjadi menjelang Idulfitri dimanfaatkan oleh penipu yang menawarkan perjalanan dengan harga sangat murah, padahal tidak sesuai dengan kenyataan.
- Informasi Pengiriman Parcel Lebaran Palsu: Mengingat tradisi berbagi parsel, penipu dapat mengirim pesan yang meminta penerima untuk mengeklik tautan atau mendownload aplikasi yang ternyata berisi malware.
Friderica, yang lebih akrab dipanggil Kiki, menyerukan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu legal dan logis, dalam menilai setiap penawaran keuangan yang diterima. Dia menekankan pentingnya melakukan pengecekan dengan pihak resmi, seperti layanan konsumen OJK yang dapat dihubungi di nomor telepon 157.
Dengan meningkatnya kasus penipuan keuangan, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mudah tergoda oleh penawaran yang terlihat menggiurkan. Selalu periksa dan pastikan keaslian setiap tawaran, serta jangan ragu untuk melapor jika menemukan indikasi penipuan.
Menyikapi hampir mendekatnya bulan suci, OJK ingin mengingatkan setiap individu untuk lebih berhati-hati. Dengan meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi keuangan, masyarakat bisa terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh penipuan. Keamanan informasi serta data pribadi sangat penting, dan pelaku kejahatan akan terus mencari cara untuk mengeksploitasi kelengahan kita, terutama selama periode yang penuh berkah ini.