
Infeksi jamur langka bernama mukormikosis menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir karena potensi bahayanya yang semakin meningkat, terutama bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Mukormikosis, yang juga dikenal dengan istilah zigomikosis, dapat menyerang berbagai organ tubuh, dan jika tidak ditangani dengan cepat, dapat mengancam nyawa. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, mukormikosis dipicu oleh jamur dari kelompok Mucormycetes yang biasanya ada di lingkungan sekitar, tetapi sebagian besar orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat tidak akan terinfeksi.
Individu yang paling berisiko terjangkit mukormikosis adalah mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, kanker, atau penyakit lain yang melemahkan sistem imun. Sebagai contoh, pasien diabetes yang tidak terkontrol kadar gula darahnya berisiko lebih tinggi mengalami infeksi ini. Selain itu, ada berbagai jenis mukormikosis yang dapat menyerang tubuh, antara lain:
- Mukormikosis rino-orbital-serebral (menginfeksi sinus, mata, dan otak)
- Mukormikosis paru-paru
- Mukormikosis kutan (kulit)
- Mukormikosis gastrointestinal
- Mukormikosis yang menyebar ke organ lain
Gejala mukormikosis bervariasi tergantung pada lokasi infeksi dan jenis mukormikosis yang dialami. Menurut data dari CDC, berikut adalah beberapa gejala yang umum dialami berdasarkan jenis infeksinya:
Mukormikosis rhino-orbital-serebral:
- Demam
- Pembengkakan wajah satu sisi
- Sakit kepala
- Perubahan penglihatan
- Sumbatan hidung atau sinus
Mukormikosis pulmonal:
- Demam
- Batuk
- Nyeri dada
- Sesak napas
Mukormikosis kutaneus:
- Lepuhan atau luka
- Area terinfeksi bisa berubah menjadi hitam
- Rasa sakit, kemerahan, atau pembengkakan di sekitar luka
Mukormikosis gastrointestinal:
- Nyeri perut
- Mual dan muntah
- Pendarahan
- Mukormikosis disseminata:
- Infeksi menyebar ke organ lain seperti otak, limpa, atau jantung
- Perubahan status mental atau koma
Gejala-gejala ini cenderung lebih parah pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, menjadikan pengenalan dan penanganan yang cepat sangat penting. Pengobatan mukormikosis umumnya melibatkan dua langkah utama. Pertama, dokter akan memberikan obat antijamur melalui infus, seperti amphotericin B, posakonazole, atau isavuconazole, untuk melawan infeksi. Kedua, jika diperlukan, pengangkatan jaringan yang terinfeksi adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.
Untuk mencegah mukormikosis, penting bagi individu, terutama yang memiliki kondisi medis yang mendasari, untuk menjaga kebersihan yang baik dan menghindari paparan terhadap debu atau bahan organik yang membusuk. Pengelolaan yang tepat terhadap kondisi kesehatan yang berisiko akan sangat membantu dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
Bagi siapa saja yang merasa berisiko tinggi atau mulai menunjukkan gejala-gejala yang mencurigakan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang cepat dan tepat dapat sangat mempengaruhi prognosis dan pemulihan dari infeksi mukormikosis, sehingga kesadaran akan gejala dan tindakan pencegahan sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat.