
Startup kecerdasan buatan di bidang pemrograman, Replit Inc., saat ini sedang menjalani pembicaraan dengan investor untuk putaran pendanaan baru yang diperkirakan akan hampir melipatgandakan valuasinya menjadi $3 miliar. Pembicaraan ini dilakukan di tengah meningkatnya minat investor Silicon Valley terhadap perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan AI dalam pengembangan perangkat lunak.
Menurut beberapa sumber yang akrab dengan situasi tersebut, putaran pendanaan baru ini diharapkan mengumpulkan sekitar $200 juta. Meski demikian, pihak Replit belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai berita ini. Pembicaraan tersebut masih berlangsung, dan rincian dapat berubah sewaktu-waktu.
Replit menjadi salah satu dari sejumlah perusahaan yang menarik perhatian berkat alat pemrograman yang didukung AI, yang dapat meningkatkan efisiensi pengembang atau memungkinkan orang-orang non-teknis untuk membangun perangkat lunak tanpa memerlukan pengetahuan khusus. Layanan serupa juga ditawarkan oleh Microsoft Corp. dengan produk Copilot, serta Cursor dari Anysphere Inc., yang juga sedang dalam pembicaraan untuk mendapatkan pendanaan dengan valuasi sekitar $10 miliar.
Pada bulan September, Replit meluncurkan agen AI yang tidak hanya mampu menulis kode, tetapi juga mendistribusikan aplikasi perangkat lunak. Peluncuran ini menjadikan Replit salah satu perusahaan pertama yang menghadirkan alat semacam itu. Banyak yang meyakini dalam industri teknologi bahwa jika agen AI menjadi cukup mandiri, mereka akan berfungsi hampir seperti pegawai di perusahaan teknologi, yang dapat diawasi oleh pengembang.
Replit juga mengadopsi tren AI lain yang memungkinkan orang-orang non-teknis, selain pengembang, untuk membangun perangkat lunak. Fenomena ini kadang disebut sebagai ‘vibecoding’. Dalam sebuah postingan di blog, perusahaan tersebut menggambarkan masa depan di mana orang dapat membangun program komputer dengan memberi tahu layanan AI tentang apa yang mereka inginkan, alih-alih menghabiskan waktu menulis baris kode. “Alih-alih menulis kode, Anda menggambarkan apa yang Anda inginkan dari aplikasi Anda, dan alat AI menangani implementasi teknisnya,” tulis perusahaan tersebut.
Amjad Masad, CEO Replit, dalam sebuah postingan di X mengungkapkan pandangannya terkait pembelajaran pemrograman. Ia menyatakan, “Saya tidak lagi berpikir bahwa Anda harus belajar untuk memprogram.” Pernyataan ini menekankan perubahan paradigma yang terjadi dalam cara orang berinteraksi dengan teknologi dan software.
Dengan lebih dari 30 juta pengguna, Replit memiliki kantor pusat di Foster City, California, dan Brooklyn, New York. Pemodal yang mendukung perusahaan ini termasuk Andreessen Horowitz, Khosla Ventures, Coatue Management, serta Craft Ventures milik David Sacks. Juga terdapat Bloomberg Beta, cabang modal ventura dari Bloomberg LP, sebagai salah satu investor.
Munculnya alat dan layanan yang memfasilitasi ‘vibecoding’ diharapkan dapat menurunkan hambatan masuk ke dalam dunia pemrograman, menjadikannya lebih inklusif, dan memungkinkan lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pengembangan perangkat lunak. Dalam konteks industri teknologi yang terus berkembang, langkah ini mencerminkan bagaimana kecerdasan buatan dapat mengubah lanskap pemrograman dan pengembangan aplikasi.
Sementara pembicaraan soal pendanaan Replit terus berlangsung, perhatian terhadap teknologi AI dalam pengembangan software semakin meningkat, melengkapi ekosistem yang sedang berkembang pesat di Silicon Valley dan dunia. Dengan potensi yang ditawarkan, tidak mengherankan jika investor terus mencari cara untuk terlibat dalam inovasi yang akan datang ini.