
Turki telah mengambil langkah proaktif untuk menghadapi potensi epidemi Mpox (cacar monyet) dengan membentuk sebuah komite ilmiah. Menteri Kesehatan Turki, Kemal Memisoglu, mengungkapkan dalam wawancara dengan saluran televisi Haberturk pada 17 Agustus 2023 bahwa negara ini telah menyusun rencana yang matang untuk mengatasi kemungkinan infeksi dari strain baru Mpox.
Dalam diskusinya, Memisoglu menjelaskan bahwa komite ilmiah tersebut bertugas untuk mengidentifikasi langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil, baik sebelum maupun setelah penyakit ini memasuki wilayah Turki. Menurutnya, "Kami telah menyusun semua rencana dan persiapan yang diperlukan. Itulah tujuan dari komite ilmiah ini, yaitu untuk menyediakan pedoman dalam menangani penyakit ini."
Keberadaan Mpox sebagai penyakit menular langka yang dapat menyebar antar manusia menjadi perhatian serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menegaskan bahwa wabah Mpox yang terjadi di Afrika merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian internasional. Dalam konteks ini, Turki mengambil inisiatif untuk tidak hanya bersiap menghadapi kemungkinan infeksi tetapi juga berfokus pada edukasi masyarakat dan penerapan standar kebersihan yang ketat.
Berikut adalah beberapa langkah yang diambil oleh Turki dalam penanganan penyakit Mpox:
Pembentukan Komite Ilmiah: Komite ini bertanggung jawab untuk mengembangkan pedoman penanganan penyakit Mpox dan memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah pencegahan.
Persiapan Edukasi Publik: Masyarakat akan diberikan informasi terkait gejala dan pencegahan Mpox, serta pentingnya kebersihan pribadi.
- Monitor Penyebaran: Turki berkomitmen untuk memantau situasi internasional mengenai Mpox, khususnya di daerah-daerah yang terdampak, dan mengidentifikasi potensi risiko penyebaran.
Dari perspektif ilmiah, Memisoglu menyampaikan bahwa ada perbedaan signifikan dalam penyebaran Mpox dibandingkan dengan COVID-19. "Semua orang setuju bahwa penyakit ini tidak akan seperti COVID-19, karena COVID-19 sangat cepat menular dan dapat menyebar luas melalui saluran pernapasan, berbeda dengan Mpox yang menular melalui kontak," kata Memisoglu. Ini menunjukkan bahwa meskipun ancaman dari Mpox ada, keterbatasan dalam cara penularannya memberikan kesempatan bagi negara untuk lebih efektif dalam mitigasi.
Sejak Mei 2022, gelombang infeksi Mpox mulai muncul di berbagai negara yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman dengan virus ini, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Swedia, dan Belgia. Sementara Mpox biasanya menunjukkan gejala yang lebih ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, sejumlah orang masih berisiko mengalami komplikasi lebih serius. Gejala awal yang perlu diperhatikan termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, serta ruam yang sering dimulai di wajah sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran publik, pemerintah Turki mendorong masyarakat untuk terus menjaga kebersihan pribadi, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari kontak langsung dengan mereka yang menunjukkan gejala penyakit. “Kami menyarankan masyarakat untuk pergi ke rumah sakit jika mereka menunjukkan gejala, sehingga virus dapat segera diatasi,” Memisoglu menambahkan.
Penting untuk dicatat bahwa meski vaksin Mpox ada dan efektif dalam melindungi populasi, akses terhadap vaksin tersebut tetap menjadi tantangan di beberapa wilayah. Memisoglu memastikan bahwa pemerintah tetap fokus pada upaya pencegahan dan penanganan cepat jika ada infeksi baru yang muncul.
Ketelitian dan persiapan yang dilakukan oleh Turki menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menangani ancaman kesehatan yang berpotensi mengganggu. Masyarakat dunia diharapkan untuk terus belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya, untuk memastikan bahwa ketika berhadapan dengan krisis kesehatan publik, respons yang cepat dan terorganisir dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan.