
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menegaskan komitmennya dalam mengejar pertumbuhan premi yang berkelanjutan hingga 2025. Dalam laporan terbaru, perusahaan asuransi ini mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp20,75 triliun pada tahun 2024, mengalami kenaikan dari Rp19,88 triliun di tahun sebelumnya. Strategi yang diterapkan untuk meraih target ambisius ini diungkapkan oleh Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen.
Karin menyatakan bahwa untuk meningkatkan pendapatan premi, Prudential Indonesia berfokus pada inovasi produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini penting, terutama untuk menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z yang kini menjadi mayoritas, mencapai 54% dari total populasi Indonesia.
Di antara strategi yang diterapkan adalah memperluas jaringan distribusi. Prudential Indonesia menargetkan segmen milenial dan Gen Z dengan menghadirkan produk yang lebih relevan dan mudah diakses. Karin menjelaskan, “Kami mengembangkan jaringan distribusi, terutama untuk menangkap peluang pasar generasi milenial dan Gen Z.”
Prudential Indonesia juga meluncurkan kampanye pemasaran yang gencar untuk menjangkau nasabah baru dan mempertahankan nasabah yang sudah ada. Pemasaran dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media konvensional dan media sosial. Kampanye ini bertujuan untuk mengenalkan produk dan layanan baru kepada masyarakat dengan cara yang menarik.
Pentingnya literasi asuransi dalam masyarakat juga menjadi perhatian Prudential Indonesia. Perusahaan ini berupaya mengoptimalkan peran tenaga pemasar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap asuransi. Sebagai bagian dari upaya ini, Prudential memberikan pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga pemasar serta menambah jumlah tenaga pemasar dari kalangan Gen Z. “Kami terus membuat program untuk memperluas distribusi dengan menambah jumlah tenaga pemasar, khususnya dari generasi Z,” kata Karin.
Prudential Indonesia juga melihat potensi pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) serta produk tradisional. Keduanya dianggap memiliki pasar masing-masing yang saling melengkapi. Produk PAYDI tetap menjadi pilihan utama bagi segmen keluarga dan milenial yang lebih memahami konsep investasi. Di sisi lain, produk tradisional dirancang dengan lebih sederhana untuk mempermudah pemahaman bagi nasabah baru. Hingga kuartal III/2024, pendapatan premi dari produk unit linked mencatatkan pertumbuhan positif sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa produk tradisional juga mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga kuartal tiga 2024, produk ini mencatatkan pertumbuhan premi sebesar Rp3,7 triliun, naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, premi bisnis baru untuk produk tradisional juga meningkat sebesar 3% dibandingkan tahun lalu. “Produk tradisional dihadirkan untuk memberi kemudahan bagi mereka yang baru mulai berasuransi untuk bisa memahami produknya,” tambah Karin.
Dalam menghadapi persaingan, Prudential Indonesia tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka premi, tetapi juga berusaha untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, mereka berharap dapat terus menjadi salah satu pemain utama di industri asuransi di Indonesia. Upaya ini menunjukkan keseriusan Prudential Indonesia dalam beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan konsumen, terutama di era digital saat ini.
Secara keseluruhan, strategi Prudential Indonesia mengedepankan inovasi, literasi, dan pengembangan jaringan distribusi. Melalui pendekatan ini, mereka berupaya tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan premi, tetapi juga untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya asuransi. Upaya berkelanjutan ini diperkirakan akan mendukung pertumbuhan premi yang ditargetkan perusahaan hingga tahun 2025.