
Mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap individu yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak di Indonesia. Untuk memudahkan proses pendaftaran, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini menyediakan layanan pendaftaran NPWP melalui sistem Coretax yang memungkinkan masyarakat untuk mendaftar secara online kapan saja dan di mana saja. Hal ini sangat menguntungkan, terutama di era digital saat ini, di mana kepraktisan dalam mengakses layanan publik menjadi semakin penting.
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan modern yang dirancang oleh DJP untuk mempermudah dan mempercepat layanan perpajakan, khususnya bagi wajib pajak. Dengan menggunakan Coretax, Anda dapat melakukan pendaftaran NPWP tanpa harus mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP), sehingga menghemat waktu dan tenaga. Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara mendaftarkan NPWP pribadi melalui Coretax, berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti:
Akses Laman Coretax: Mulailah dengan mengunjungi situs resmi Coretax di tautan coretaxdjp.pajak.go.id. Halaman ini merupakan gerbang utama untuk mengakses berbagai layanan perpajakan.
Klik Opsi Pendaftaran: Setelah berada di halaman utama atau halaman login Portal Wajib Pajak, klik opsi “Daftar di sini” atau “New Registration”. Ini akan membawa Anda ke proses pendaftaran.
Pilih Jenis Wajib Pajak: Di tahap ini, pilih jenis wajib pajak sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk pendaftaran NPWP pribadi, pilih “Perorangan”.
Jawab Pertanyaan NIK: Selanjutnya, Anda akan diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika Anda sudah memiliki NIK, pilih “Ya”.
Tentukan Jenis Registrasi: Tentukan jenis registrasi yang diinginkan. Anda dapat memilih “Aktivasi NIK” jika ingin menggunakan NIK sebagai NPWP, atau “Hanya Registrasi” jika hanya membutuhkan akun Coretax tanpa mengaktifkan NIK.
Isi Data Pribadi: Isilah data pribadi di kolom “Detail Identitas Wajib Pajak”. Pastikan memasukkan informasi seperti NIK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status pernikahan, agama, tipe pekerjaan, serta informasi lainnya yang diminta, sesuai dengan dokumen resmi Anda.
Masukkan Kontak: Selanjutnya, masukkan alamat email dan nomor ponsel aktif pada kolom “Detail Kontak Wajib Pajak”. Ini penting untuk proses verifikasi dan informasi lanjutan.
Verifikasi OTP: Klik tombol “Verifikasi” untuk mendapatkan kode OTP yang akan dikirimkan ke nomor ponsel atau email Anda. Input kode OTP tersebut di kolom yang tersedia untuk melanjutkan proses pendaftaran.
Tambah Pihak Terkait: Secara opsional, Anda dapat menambahkan “Pihak terkait” jika diperlukan, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya.
Data Ekonomi: Tambahkan informasi mengenai pembukuan dan sumber penghasilan di kolom “Data Ekonomi”.
Isi Alamat Wajib Pajak: Setelah itu, lengkapi detail alamat Anda sebagai Wajib Pajak.
Unggah Dokumen: Unggah dokumen yang diperlukan seperti KTP (untuk WNI) atau paspor dan KITAS/KITAP (untuk WNA). Jika Anda pelaku usaha, sertakan dokumen izin usaha serta dokumen pendukung lainnya sesuai dengan format yang diminta.
Verifikasi Identitas: Lakukan verifikasi identitas dengan mengunggah foto yang harus dicocokkan dengan data dari Dukcapil.
Periksa Kembali dan Kirim Pengajuan: Pastikan semua data yang diisi sudah tepat. Centang kotak persetujuan dan klik tombol “Kirim Pengajuan”.
- Proses Permohonan: Setelah pengajuan dikirim, sistem Coretax akan memproses permohonan Anda. Jika data sudah diverifikasi, NPWP akan diterbitkan dan bisa diakses melalui aplikasi Coretax atau dikirimkan ke email yang terdaftar.
Dengan langkah-langkah di atas, proses pendaftaran NPWP pribadi melalui Coretax menjadi lebih mudah. Inovasi teknologi ini tidak hanya meringankan beban administrasi, tetapi juga mendukung transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan perpajakan di Indonesia. Melalui pemanfaatan sistem Coretax, setiap individu diharapkan dapat memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak dengan lebih cepat dan akurat.