
Bitcoin telah mengalami kenaikan luar biasa selama 15 tahun terakhir, mengubah banyak skeptis menjadi percaya pada potensi mata uang kripto ini. Salah satu pendiri awal Bitcoin, Hal Finney, pernah meramalkan bahwa harga Bitcoin (BTC) dapat mencapai lebih dari $10 juta per koin. Ramalan itu muncul dari analisis teoretis yang Finney lakukan pada tahun 2009 ketika Bitcoin baru muncul ke permukaan.
Dalam perhitungannya, Finney mengasumsikan bahwa jika Bitcoin menjadi mata uang dominan global atau penyimpan nilai yang utama, kapitalisasi pasar totalnya perlu sejalan dengan total kekayaan dunia. Pada waktu itu, ia memperkirakan bahwa total kekayaan global berada dalam kisaran $100 triliun hingga $300 triliun. Dengan pasokan Bitcoin yang dibatasi hingga 21 juta koin, jika angka tersebut dibagi, harga potensial untuk setiap BTC berkisar antara $4,7 juta hingga $14,2 juta. Selain itu, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di masa depan, beberapa estimasi memperkirakan harga ini bahkan bisa melampaui $22 juta per BTC.
Hal Finney, yang merupakan salah satu orang pertama yang percaya dan berinvestasi dalam Bitcoin, menerima transaksi Bitcoin pertama dari Satoshi Nakamoto pada 12 Januari 2009, dengan jumlah 10 BTC. Kehadiran Finney dalam proyek ini sangat signifikan, karena ia turut memperbaiki kode Bitcoin dan menguji versi awalnya. Meskipun banyak yang berspekulasi bahwa Finney mungkin adalah Satoshi sendiri, ia selalu membantah klaim tersebut.
Namun, mencapai angka luar biasa ini bukanlah hal yang sederhana. Bitcoin perlu menggeser emas, mata uang fiat, dan aset lainnya sebagai penyimpan nilai utama di dunia. Beberapa faktor yang dapat mendorong Bitcoin menuju nilai tersebut meliputi:
- Adopsi Institusi: Dukungan dari lembaga keuangan besar dan dana kekayaan negara dapat meningkatkan kepercayaan pada Bitcoin.
- Alokasi Dana Kekayaan Negara: Jika lebih banyak negara mulai mengalokasikan dana mereka ke dalam Bitcoin, hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan kapitalisasi pasar.
- Perubahan Ekonomi Global: Perubahan dalam cara masyarakat dan negara-negara melihat nilai dan mata uang dapat mempengaruhi permintaan untuk Bitcoin.
Meskipun saat ini kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar $1,9 triliun pada tahun 2024, ini menunjukkan bahwa masih ada banyak jalan yang harus dilalui untuk mencapai angka yang diramalkan.
Dalam diskusi terbaru, Patrick Bet-David, seorang podcaster, menantang Michael Saylor, CEO MicroStrategy, dengan gagasan bahwa perusahaan tersebut dapat tumbuh menjadi raksasa senilai $10 triliun jika Bitcoin mencapai $13 juta per koin. Bet-David menyebutkan bahwa jika adopsi Bitcoin meningkat dari 0,1% menjadi 7% dan harga BTC melonjak dari $90.000 menjadi $13 juta, valuasi MicroStrategy dapat meningkat 144 kali lipat.
“Saya memperkirakan bahwa jika saya menghitung 144 kali $73 miliar, nilai pasar MicroStrategy bisa mencapai $10,5 triliun dalam 21 tahun. Apakah itu benar?” tanya Bet-David. Saylor pun setuju, menambahkan, “Dengan perhitungan itu, ya, Bitcoin akan naik dari $90.000 menjadi $13 juta.”
Saat ini, MicroStrategy, yang baru saja berganti nama menjadi Strategy, memiliki kapitalisasi pasar sekitar $85,23 miliar, sementara Bitcoin diperdagangkan sekitar $97.500. Jika Bitcoin berhasil mencapai angka $13 juta, kapitalisasi pasar MicroStrategy dapat melampaui $11 triliun berdasarkan rasio valuasi saat ini.
Ramalan ambisius mengenai masa depan Bitcoin ini terus memicu perdebatan di dunia finansial. Banyak yang menunggu dan melihat bagaimana dinamika pasar dan teknologi blockchain akan memengaruhi nilai Bitcoin, terutama di tengah perubahan ekonomi yang cepat вв boosting kebangkitan mata uang digital. Dengan berbagai spekulasi dan tren yang berkembang, masa depan Bitcoin tetap menjadi pertanyaan besar di kalangan investor dan analis.