
Di tengah dinamika pasar cryptocurrency yang terus berkembang, Bitcoin tetap menjadi sorotan utama bagi institusi dan investor. Dalam wawancara di acara Roundtable dengan Rob Nelson, Jeff LaBerge, Kepala Pasar Modal dan Inisiatif Strategis di Bitdeer, memberikan pandangannya mengenai masa depan Bitcoin, menyoroti daya tarik aset ini bagi perusahaan besar dan pemerintah.
LaBerge menegaskan bahwa daya tahan Bitcoin adalah faktor kunci yang membuatnya menarik. Ia menyatakan, “Jika Anda berpikir Bitcoin akan menghilang, maka tidak ada yang akan berinvestasi dalam aset ini. Terutama perusahaan besar dan pemerintah Amerika Serikat.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan yang semakin meningkat dari kalangan institusi bahwa Bitcoin memiliki potensi jangka panjang.
Sejumlah alasan mengapa institusi mulai berinvestasi dalam Bitcoin meliputi:
Daya Tahan Terhadap Krisis: Bitcoin seolah menjadi aset yang mampu bertahan dalam situasi ketidakpastian ekonomi. LaBerge menunjukkan bahwa semakin banyak institusi melihat Bitcoin sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan pasar.
Partisipasi Institusi yang Meningkat: Menurut LaBerge, partisipasi pelaku institusi dalam investasi Bitcoin tidaklah sembarangan, melainkan didasari oleh analisis yang mendalam. “Perusahaan besar tidak akan memasukkan Bitcoin ke neraca mereka tanpa alasan yang jelas,” ungkapnya.
Kesepakatan yang Membangun Kepercayaan: Rob Nelson, yang memandu wawancara tersebut, menyampaikan bahwa terdapat konsensus yang berkembang di kalangan pelaku pasar terkait potensi Bitcoin. “Mengapa mereka melakukan ini jika tidak melihat peluang yang besar? Anda tidak akan menjadi perusahaan besar dan berinvestasi dalam Bitcoin tanpa kajian yang serius,” jelas Nelson.
- Fokus pada Kekuatan Fundamental: LaBerge menyoroti bahwa institusi saat ini lebih memfokuskan perhatian pada kekuatan fundamental Bitcoin, alih-alih hanya memperhatikan fluktuasi harga jangka pendek. “Ini semua kembali pada kepercayaan terhadap kelas aset ini sebagai proksi dan potensi keuntungan di masa depan,” tambahnya.
Diskusi ini juga mengarah pada proyeksi tentang trajektori harga Bitcoin. Nelson menyebutkan, “Selama tahun depan, meskipun harga mungkin mengalami naik turun, pada akhirnya, kita akan melihat tren kenaikan.” Dia yakin bahwa pasar akan bergerak ke arah positif dalam jangka panjang.
Sementara itu, LaBerge, meskipun berhati-hati, setuju dengan pandangan tersebut. “Mari kita harapkan demikian. Secara pribadi, ya, saya berpikir kita akan melihat kenaikan tahun ini… tetapi banyak faktor yang mempengaruhi,” tuturnya.
Seiring dengan meningkatnya adopsi Bitcoin oleh perusahaan besar dan perhatian dari pemerintah, masa depan cryptocurrency ini tampaknya semakin cerah. Peluang dan tantangan yang ada akan terus membentuk lanskap investasi, namun kepercayaan dari institusi merupakan tanda positif bagi keberlangsungan Bitcoin sebagai aset jangka panjang.
Dengan perubahan yang cepat dalam dunia keuangan dan ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin tampaknya siap untuk memainkan peran penting. Apakah Bitcoin benar-benar akan mengalami kenaikan yang signifikan dalam waktu dekat seperti yang dikatakan LaBerge dan Nelson, hanya waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa Bitcoin telah mendapatkan pijakan yang kuat di dunia investasi saat ini.