Ramadhan di Depan Mata: Baznas Siap Maksimalkan Penghimpunan Zakat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menetapkan target ambisius untuk penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjelang bulan suci Ramadhan 2025 yang diperkirakan jatuh pada 1 Maret. Dalam konteks ini, Baznas menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp545 miliar sepanjang bulan Ramadhan. Pimpinan Baznas, Rizaludin Kurniawan, menegaskan pentingnya momen Ramadhan sebagai kesempatan yang tepat untuk memperkuat penghimpunan zakat dari masyarakat.

Rizaludin menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, Baznas akan mengoptimalkan semua kanal penghimpunan yang ada, baik kanal fisik yang konvensional maupun kanal digital. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan zakat mereka, terutama di masa yang penuh berkah seperti Ramadhan. “Kami yakin dengan penerapan cara yang lebih inovatif dalam penghimpunan, target tersebut dapat tercapai,” ungkap Rizaludin dalam pernyataannya.

Tema yang diusung Baznas untuk kampanye zakat tahun ini adalah “Cahaya Zakat”. Dari tema ini, Rizaludin berharap agar setiap pemberi zakat tidak hanya merasa terlibat dalam membantu sesama, tetapi juga mendapatkan keberkahan dan cahaya dari Allah. Konsep “cahaya” diharapkan dapat menggambarkan efek positif yang ditimbulkan dari setiap zakat yang dibayarkan, baik bagi si pemberi maupun penerima zakat.

Saat Ramadhan mendatang, terdapat tiga jenis zakat yang menjadi fokus Baznas: zakat harta benda, zakat penghasilan, dan zakat fitrah. Momen ini dipandang sebagai waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Dengan target penghimpunan yang besar, Baznas berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama melalui program-program pendidikan.

Salah satu prioritas Baznas dalam penggunaan dana zakat yang dihimpun adalah untuk program beasiswa pendidikan. Rizaludin menyatakan bahwa pentingnya pendidikan menjadi salah satu jalan untuk mengubah status sosial masyarakat miskin menjadi mandiri. “Kami ingin mengubah mustahik, atau penerima zakat, menjadi muzakki, yaitu mereka yang membayar zakat. Dengan memberikan pendidikan, kami memberikan harapan dan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki potensi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Baznas juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung program-programnya. Dalam hal ini, dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam memberdayakan masyarakat melalui dana zakat. Menurut Rizaludin, meskipun banyak skema beasiswa telah disiapkan pemerintah, jumlah yang tersedia seringkali terbatas, sehingga keberadaan dana zakat menjadi sangat krusial bagi mereka yang berkeinginan untuk belajar.

Dalam menghadapi bulan Ramadhan, Baznas mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif dalam menggerakkan program pengumpulan zakat ini. Melalui edukasi yang tepat mengenai manfaat zakat dan bagaimana cara menyalurkannya, diharapkan masyarakat dapat semakin peduli dan sadar akan tanggung jawab sosial ini.

Baznas berkomitmen untuk terus melakukan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana zakat yang telah dihimpun. Dengan demikian, diharapkan para muzakki bisa lebih percaya untuk menyalurkan zakat mereka melalui Baznas. Melalui upaya pengoptimalan berbagai kanal dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Baznas berharap bisa merealisasikan target penghimpunan zakat yang telah ditetapkan, menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna bagi semua.

Exit mobile version