Qualcomm dan Google baru saja mengumumkan langkah signifikan dalam meningkatkan dukungan pembaruan untuk perangkat Android. Dalam pengumuman yang dibuat pada minggu ini, Qualcomm menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Google untuk memberikan pembaruan selama delapan tahun bagi smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon 8 dan 7 terbaru. Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang umur perangkat sekaligus meningkatkan keberlanjutan penggunaan.
Dengan dukungan ini, perangkat yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Mobile Platform akan mendapatkan pembaruan tidak hanya untuk sistem operasi Android, tetapi juga pembaruan “kernel” yang merupakan inti dari perangkat lunak. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi produsen perangkat dalam menyediakan pembaruan tahunan, menjadikan pengalaman pengguna lebih aman dan berkelanjutan.
Beberapa model smartphone yang dapat diharapkan menerima pembaruan ini antara lain OnePlus 13, Samsung Galaxy S25 series, Xiaomi 15, Honor Magic 7 Pro, dan Asus ROG Phone 9. Seang Chau, Wakil Presiden dan Manajer Umum Platform Android, menjelaskan, “Melalui kolaborasi ini, OEM dapat lebih mudah memperbarui perangkat lunak dan keamanan pada perangkat mereka, memastikan pengalaman Android yang lebih aman dan tahan lama bagi pengguna kami.”
Keputusan Qualcomm ini tidak lepas dari tren di industri smartphone yang semakin mendorong produsen untuk memberikan dukungan yang lebih lama. Google sendiri telah memulai kebijakan serupa melalui Pixel 8 series yang menawarkan tujuh tahun pembaruan menggunakan chipset Tensor terbarunya. Samsung juga menjanjikan hal yang sama dengan lini Galaxy S25-nya. Namun, Qualcomm memfokuskan pada kolaborasi dengan berbagai OEM untuk memperluas cakupan dukungan ini kepada lebih banyak perangkat di pasar.
Salah satu aspek menarik dari pengumuman ini adalah bahwa OEM atau produsen perangkat yang seperti Samsung atau OnePlus diberi keputusan penuh untuk menentukan apakah perangkat tertentu akan menerima pembaruan yang diperpanjang. Chris Patrick, Wakil Presiden Senior Qualcomm, menekankan pentingnya fleksibilitas ini, dengan mengatakan, “Kami meningkatkan standar, memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi OEM, dan pada akhirnya meningkatkan pengalaman pengguna.”
Langkah ini juga menunjukkan komitmen kedua perusahaan untuk mengurangi kecepatan peningkatan perangkat, memberikan pengguna pilihan untuk mempertahankan perangkat mereka lebih lama daripada sering berganti ponsel. Ini akan sangat bermanfaat bagi perangkat yang menggunakan chipset 7-series yang akan diluncurkan di tahun ini, memberikan dukungan yang biasanya hanya tersedia untuk perangkat premium kepada perangkat dengan kisaran harga yang lebih terjangkau.
Meskipun demikian, Qualcomm menyatakan bahwa perangkat yang lebih tua dengan chipset yang tidak diperbarui tidak akan mendapatkan manfaat dari kebijakan pembaruan ini. “Platform legacy tidak dapat memanfaatkan dukungan yang diperpanjang. Qualcomm Technologies akan terus bekerja sama dengan OEM untuk memenuhi kebutuhan dukungan perangkat lunak mereka untuk platform legacy di seluruh lini produk kami,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Dengan pengumuman ini, Qualcomm dan Google tampaknya berusaha untuk menciptakan neutralitas dalam pengalaman pengguna Android, di mana semua perangkat, baik premium maupun standar, dapat menikmati dukungan dan pembaruan perangkat lunak yang lebih lama. Ini merupakan langkah positif untuk pengguna yang semakin mengharapkan perangkat yang dapat bertahan lebih lama dalam era smartphone yang cepat berkembang.