
Tanah di sekitar Gunung Spurr, sebuah gunung berapi yang terletak sekitar 75 mil barat Anchorage, Alaska, menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan yang mengisyaratkan kemungkinan erupsi. Dalam sepuluh bulan terakhir, ratusan gempa kecil telah terdeteksi di bawah gunung tersebut, yang merupakan bagian dari Cincin Api Aleutian yang dikenal sebagai area vulkanik aktif. Menurut Alaska Volcano Observatory, aktivitas ini menjadi perhatian serius para ilmuwan dan otoritas terkait.
Menurut David Fee, ilmuwan koordinasi di Alaska Volcano Observatory, perubahan yang teramati termasuk deformasi tanah dan pembentukan danau kecil di dalam kawah. “Pada dasarnya, ketika magma dan cairan naik ke dalam bumi, ini menyebabkan tanah menggelembung atau berubah bentuk,” jelas Fee. Proses ini juga dapat memanaskan area sekitarnya saat magma menuju permukaan. Fee menambahkan bahwa indikasi-indikasi ini merupakan tanda awal bahwa sesuatu sedang terjadi di bawah Gunung Spurr.
Walau demikian, sulit untuk memprediksi kapan atau apakah gunung ini akan meletus dalam waktu dekat. Para ilmuwan menilai ada kemungkinan 50-50 bahwa erupsi dapat terjadi, namun tidak ada ancaman lokal langsung karena tidak ada komunitas yang berdekatan dengan gunung tersebut. Risiko utama dari potensi erupsi adalah terbentuknya awan abu yang dapat memengaruhi perjalanan udara dan kemungkinan hujan abu yang bisa mencakup wilayah Anchorage.
Observatorium melaporkan bahwa karakteristik erupsi sebelumnya menunjukkan bahwa Gunung Spurr biasanya memberikan sinyal lebih awal sebelum letusan terjadi. “Spurr, setidaknya di masa lalu, telah memberikan tanda-tanda lebih lambat dan lebih mengindikasikan sebelum erupsi,” kata Fee. Dia juga menyebutkan bahwa mereka mengamati dengan cermat setiap perubahan yang mungkin terjadi di gunung tersebut.
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai Gunung Spurr dan aktivitas vulkaniknya:
Sejarah Aktivitas Vulkanik: Gunung Spurr meletus pada tahun 1953 dan tiga kali pada tahun 1992. Erupsi-erupsi ini menghasilkan abu vulkanik yang tersebar di wilayah Alaska selatan dan tenggara. Pada salah satu erupsi tahun 1992, bandara internasional Ted Stevens Anchorage ditutup selama 20 jam karena dampak dari abu.
Potensi Erupsi: Jika erupsi terjadi, Fee percaya bahwa itu kemungkinan akan terjadi di Crater Peak, yang berlokasi sekitar dua mil di selatan puncak gunung. “Tidak ada erupsi dari puncak Spurr dalam ribuan tahun, jadi itu salah satu alasan mengapa kami percaya lebih mungkin akan terjadi di Crater Peak,” tulis Fee.
- Pemantauan Saat Ini: Pada 15 Februari, Alaska Volcano Observatory menetapkan level peringatan gunung Spurr pada tingkat nasihat, yang satu tingkat di atas normal. Tim ilmuwan terus memantau situasi dan menggunakan data dari erupsi masa lalu untuk memperkirakan apa yang mungkin terjadi di masa depan.
Meskipun situasi di Gunung Spurr menyiratkan adanya aktivitas yang meningkat, penting untuk diingat bahwa tidak ada cara untuk memprediksi kapan tepatnya aktivitas ini mungkin berujung pada letusan. Satu-satunya usaha yang dapat dilakukan oleh para ahli saat ini adalah mempertahankan pengamatan yang ketat terhadap gejala-gejala yang menunjukkan perubahan di gunung ini. Kenaikan suhu air dan pencairan salju serta glasier dapat menjadi tanda awal dari proses menuju erupsi.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan, harapan disematkan pada kemampuan ilmuwan untuk memberikan informasi yang tepat waktu kepada masyarakat lokal dan melindungi keselamatan publik. Gunung Spurr mungkin berada dalam keadaan tidak stabil, tetapi pengetahuan dan pengalaman yang ada memberikan landasan yang kuat untuk siap menghadapi potensi ancaman yang mungkin timbul di masa depan.