Pertempuran Angkatan Bersenjata Kolombia: Satu Tentara Tewas

BOGOTA, Colombia — Dalam insiden terkini yang mengguncang Colombia, satu tentara tewas dan satu lainnya terluka saat bentrokan terjadi dengan kelompok gerilyawan yang dikenal sebagai pelanggar FARC di wilayah penghasil coca. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Kamis di daerah Catatumbo, yang terkenal sebagai lokasi konflik antara berbagai kelompok bersenjata di negara tersebut.

Pernyataan dari cabang anti-narkotika Angkatan Bersenjata Nasional Colombia (Ejército Nacional de Colombia) mengungkapkan bahwa kedua tentara tersebut terlibat dalam “operasi stabilitas militer” sebelum terlibat baku tembak dengan para pelanggar yang merupakan sisa-sisa dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang telah menyatakan diri. Sebab kematian tentara tersebut belum dijelaskan, namun tentara mengatakan bahwa senjata peledak rakitan menjadi penyebab cedera yang dialami oleh tentara yang terluka.

Dalam insiden tersebut, dua anggota kelompok pelanggar FARC juga dilaporkan terluka, tetapi kondisi mereka tidak diungkapkan oleh pihak militer. Bentrokan ini terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden Gustavo Petro mengeluarkan dekrit yang memberikan kekuatan darurat kepadanya untuk mengembalikan ketertiban di wilayah yang berbatasan dengan Venezuela tersebut. Langkah ini termasuk penerapan jam malam dan langkah-langkah lain yang biasanya dapat melanggar hak sipil rakyat Colombia atau memerlukan persetujuan kongres.

Konflik di daerah Catatumbo, yang merupakan salah satu pusat produksi coca di negara itu, telah berlangsung selama beberapa dekade. Pertempuran antara Angkatan Pembebasan Nasional (ELN) dan sisa-sisa FARC telah merenggut lebih dari 60 nyawa dan mengakibatkan pemindahan lebih dari 50.000 orang. Wilayah tersebut memiliki sekitar 300.000 penduduk dan menyuplai 15% dari total hasil coca Colombia.

“Catatumbo merupakan daerah kunci untuk perdagangan narkoba, penyelundupan barang, dan berbagai kegiatan terlarang lintas batas,” jelas seorang analis lokal. Wilayah ini telah menjadi arena berjuang yang dominan bagi kelompok bersenjata yang berusaha menguasai kendali atas jalur penyelundupan.

Di tengah ketegangan ini, serangan terpisah juga dilaporkan terjadi di kota Cucuta, yang berdekatan dengan daerah Catatumbo. Seorang petugas polisi terluka parah akibat senjata peledak yang dilemparkan ke arah sebuah stasiun polisi. Komandan Kepolisian Metropolitan Cucuta, William Quintero, mengungkapkan bahwa pecahan peluru menyebabkan cedera pada petugas tersebut. Quintero juga menyebutkan bahwa dua stasiun polisi lainnya dan sebuah pos toll menjadi sasaran ledakan yang sama.

“Otoriitas belum menemukan identitas pelaku atau kelompok di balik serangan tersebut, dan kami menawarkan lebih dari $24.000 sebagai hadiah bagi informasi yang dapat mengarah pada penangkapan,” tambah Quintero. Ia juga mencatat bahwa eskalasi kekerasan terbaru terjadi bersamaan dengan “tanggal-tanggal penting bagi ELN,” termasuk peringatan kematian Camilo Torres, seorang pendeta yang pernah menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat di wilayah ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam mengendalikan situasi keamanan dan mengatasi dampak dari perdagangan narkoba yang merajalela. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat internasional dan membutuhkan penanganan yang komprehensif untuk menciptakan stabilitas di Colombia.

Exit mobile version