Bisnis

Perkembangan Terbaru Ini Mungkin Ubah Permainan Bitcoin!

Dalam perkembangan terbaru yang bisa mengubah lanskap Bitcoin secara signifikan, laporan riset dari Fidelity mengungkapkan bahwa tahun 2025 mungkin menjadi titik balik ketika bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia mulai membeli Bitcoin. Ini merupakan perubahan yang sangat penting mengingat potensi aliran dana yang besar menuju Bitcoin, yang bahkan bisa melampaui jumlah yang telah masuk melalui ETF Bitcoin spot yang baru diluncurkan. Jika skenario ini menjadi kenyataan, nilai Bitcoin berpotensi mengalami lonjakan yang signifikan.

Salah satu pemicu utama perkembangan ini adalah rencana pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan cadangan strategis Bitcoin. Sebagai pemilik Bitcoin sovereign terbesar di dunia, langkah formal untuk mengakuisisi cryptocurrency ini bisa mengubah posisi AS dalam pasar global Bitcoin. Rancangan Undang-Undang BITCOIN 2024 bahkan menyebutkan bahwa AS berencana membeli hingga satu juta Bitcoin dalam periode lima tahun, yang setara dengan 5% dari total pasokan Bitcoin yang beredar.

Lebih jauh lagi, semasa pemilihan presiden 2024, kandidat Robert F. Kennedy Jr. mengusulkan agar AS membeli 550 Bitcoin setiap hari hingga mencapai total 4 juta Bitcoin. Skala akuisisi Bitcoin seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan bisa menjadikan AS sebagai kekuatan besar di dunia Bitcoin.

Namun, ketidakpastian menyelimuti rencana ini. Tidak ada template yang jelas bagi AS untuk diikuti, dan ada keraguan mengenai apakah cadangan strategis Bitcoin benar-benar akan terwujud. Beberapa pihak bahkan menyatakan bahwa administrasi Trump lebih suka menyebutnya sebagai “persediaan aset digital nasional” daripada cadangan Bitcoin, menunjukkan kemungkinan bahwa mata uang digital lain juga akan dipertimbangkan.

Jika AS, sebagai kekuatan ekonomi terkuat, mulai membeli Bitcoin, negara-negara lain mungkin merasa tekanan serupa untuk tidak tertinggal. Fenomena ini, yang dikenal di kalangan investor kripto sebagai FOMO (Fear of Missing Out), dapat memicu negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Satu contoh konkret dari negara yang telah melangkah maju adalah El Salvador. Sejak resmi menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada tahun 2021, negara ini telah membeli Bitcoin dalam jumlah besar dan saat ini memiliki 6.000 Bitcoin senilai sekitar $600 juta. Bahkan, perusahaan AS seperti MicroStrategy memiliki aset Bitcoin yang jauh lebih besar, dengan 471.170 Bitcoin. Sementara itu, pemerintah AS juga mengontrol sekitar 198.000 Bitcoin akibat penyitaan aset dan pencucian uang.

Eropa pun tidak ketinggalan. Pada awal Februari, kepala bank sentral Ceko menyatakan bahwa mereka mungkin mulai membeli Bitcoin, dengan rencana investasi senilai $7 miliar. Jika ini terwujud, bisa memicu negara-negara Eropa lainnya untuk mengikuti jejak yang sama.

Seiring peningkatan potensi pembelian Bitcoin oleh bank sentral dan pemerintah, beberapa analis memprediksi bahwa nilai Bitcoin dapat berlipat ganda. Pengalaman sebelumnya dengan ETF Bitcoin spot menunjukkan betapa dampaknya dapat mendongkrak harga dalam waktu singkat. Dalam satu tahun, ETF tersebut berhasil menghimpun sekitar $100 miliar dalam aset yang dikelola, mirip dengan rencana pembelian satu juta Bitcoin oleh pemerintah AS yang dapat memiliki efek serupa terhadap harga.

Dalam konteks ini, tren pembelian Bitcoin oleh negara-negara dan bank sentral dapat menjadi lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini bukan hanya dapat mengubah strategi investasi global, tetapi juga dapat menciptakan dinamika baru dalam pasar keuangan. Dalam perlombaan untuk mengakuisisi Bitcoin yang semakin ketat, akan menarik untuk melihat negara mana yang mampu menguasai aset digital yang dipandang sebagai masa depan ekonomi global ini.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button