Manchester United tengah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan setelah performa buruk yang ditunjukkan oleh pelatih Ruben Amorim. Sejak diangkat menggantikan Erik Ten Hag pada November 2024, tim berjuluk Setan Merah tersebut masih belum mampu menampilkan permainan yang memuaskan. Kekalahan terbaru dari Tottenham Hotspur dengan skor 1-0 menjadi yang kedelapan di bawah kepemimpinan Amorim, memperburuk catatan yang sudah ada.
Manajemen Manchester United kini sangat resah dengan situasi yang ada. Tim ini terpuruk di peringkat 15 klasemen Liga Inggris dengan hanya 11 poin jarak dari zona degradasi. Hal ini membuat pemecatan Amorim menjadi isu hangat yang beredar, seperti dilaporkan oleh Fichajes. Selain itu, manajemen sudah mewaspadai kemungkinan terburuk yaitu degradasi, jika situasi tidak segera diperbaiki.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait dengan situasi yang dialami oleh Amorim dan Manchester United saat ini:
-
Catatan Kemenangan Buruk: Sejak ditunjuk sebagai pelatih, Amorim hanya berhasil meraih beberapa kemenangan, dengan satu kekalahan terbaru dari Tottenham menjadi momen kritis.
-
Posisi di Klasemen: Manchester United kini berada di posisi 15, mendekati batas degradasi, yang menunjukkan performa mengecewakan tim ini di kompetisi liga.
-
Risiko Degradasi: Dalam kondisi sekarang, Manchester United tidak hanya berisiko kehilangan tempat di kasta tertinggi sepak bola Inggris, tetapi juga reputasi sebagai salah satu klub terbesar di dunia.
-
Calon Pengganti: Manajemen Manchester United dilaporkan sudah memiliki calon pengganti Amorim. Thomas Frank, pelatih Brentford yang saat ini dinilai memiliki performa apik, menjadi salah satu target mereka.
- Pertandingan Selanjutnya: Setan Merah akan menghadapi Everton di Goodison Park pada akhir pekan ini, sebuah laga krusial yang dapat menentukan nasib Amorim di kursi kepelatihan.
Pihak klub sangat berharap kehadiran Amorim bisa memberikan perubahan positif pasca pemecatan Erik Ten Hag, yang terjadi ketika mereka berada di peringkat ke-14. Namun, kenyataannya tiga setengah bulan setelah pergantian pelatih, situasi malah menunjukkan kemunduran. Manchester United kini terpaut 15 poin dari zona Liga Champions dan hanya unggul 12 poin dari batas degradasi.
Amorim sendiri belum menunjukkan tanda-tanda menyerah. Dalam beberapa kesempatan, ia enggan menyalahkan para pemain atas performa buruk tersebut dan lebih memilih untuk mencari solusi. Namun, tekanan semakin meningkat seiring hasil negatif yang terus didapatkan.
Kondisi ini mencerminkan gejolak di dalam tim yang jika dibiarkan, dapat berujung pada langkah drastis dari manajemen. Jika Amori tidak segera membawa perubahan, kemungkinan pemecatan menjadi semakin besar mengingat resiko yang dapat ditimbulkan bila tim terdegradasi.
Laga melawan Everton akan menjadi penentuan penting bagi Amorim, baik untuk masa depan kariernya maupun untuk mengembalikan kepercayaan fans terhadap tim. Jika ia gagal memperbaiki performa tim, maka mungkin kita akan melihat perubahan kepelatihan di Old Trafford dalam waktu dekat.