Menurut berbagai sumber, pengertian angkatan kerja mencakup kelompok penduduk yang berusia antara 15 hingga 64 tahun yang memiliki kemampuan untuk bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Di Indonesia, angkatan kerja memiliki peranan penting dalam perekonomian, karena mereka merupakan kelompok usia produktif yang dapat menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan dan ketersediaan angkatan kerja sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mendukung atau menghambat partisipasi mereka dalam dunia kerja.
Pengertian Angkatan Kerja
Secara umum, angkatan kerja adalah semua orang yang berada dalam usia produktif dan memiliki kemampuan untuk bekerja. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan angkatan kerja sebagai sekelompok penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja atau pun yang sedang dalam pencarian kerja. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengertian lainnya mencakup mereka yang sudah aktif dalam pekerjaan atau yang sedang mencari pekerjaan.
Dalam konteks Indonesia, usia produktif ditetapkan oleh pemerintah antara 15 hingga 65 tahun. Penduduk dalam rentang usia ini yang tidak bekerja atau memilih untuk menganggur tidak termasuk dalam kategori angkatan kerja. Dengan kata lain, mereka yang mampu bekerja tapi tidak melakukannya akan dikeluarkan dari kelompok ini.
Pengertian Angkatan Kerja Menurut Para Ahli
Berbagai ahli memberikan definisi yang bervariasi mengenai angkatan kerja:
1. Pengertian Angkatan Kerja Menurut Sumarsono (2009)
Menurut Sumarsono, angkatan kerja adalah bagian dari penduduk yang mampu dan bersedia untuk melakukan pekerjaan, baik secara fisik, mental, dan secara yuridis tidak kehilangan kebebasan dalam memilih pekerjaan.
2. Pengertian Angkatan Kerja Menurut BPS (2010)
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan angkatan kerja sebagai penduduk usia kerja yang sedang bekerja atau mencari pekerjaan.
3. Pengertian Angkatan Kerja Menurut UU No. 2 Tahun 1999
Undang-Undang ini menyatakan bahwa angkatan kerja adalah penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja atau mencari pekerjaan.
4. Pengertian Angkatan Kerja Menurut UU No. 13 Tahun 2003
UU ini menegaskan bahwa angkatan kerja adalah individu yang dapat melakukan pekerjaan produktif untuk menghasilkan barang atau jasa.
5. Pengertian Angkatan Kerja Menurut Soemitro Djojohadikusumo
Definisi Soemitro menjelaskan angkatan kerja sebagai segmen masyarakat yang memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan demi kegiatan ekonomi.
6. Pengertian Angkatan Kerja Menurut Soeroto
Soeroto menekankan pada kebebasan individu dalam memilih pekerjaan, dengan syarat sehat fisik dan mental.
7. Pengertian Angkatan Kerja Menurut Payaman Simanjuntak
Simanjuntak menyebut angkatan kerja sebagai penduduk berusia di atas 15 tahun dengan pekerjaan tertentu dalam suatu kegiatan ekonomi.
Faktor Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengacu pada persentase angkatan kerja terhadap total penduduk yang berumur 10 tahun ke atas. Berbagai faktor mempengaruhi TPAK, antara lain:
1. Usia Penduduk
Faktor usia sangat mempengaruhi partisipasi angkatan kerja, di mana hanya penduduk yang berada dalam rentang usia produktif yang dihitung sebagai angkatan kerja.
2. Jenis Kelamin
Struktur demografis berdasarkan jenis kelamin juga mempengaruhi tingkat partisipasi. Negara dengan jumlah laki-laki yang lebih banyak biasanya memiliki angkatan kerja yang lebih tinggi.
3. Tingkat Pendidikan
Tenaga kerja yang memiliki pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, rendahnya tingkat pendidikan dapat mengurangi jumlah angkatan kerja.
4. Masalah Pemiskinan Angkatan Kerja
Pemiskinan angkatan kerja terjadi akibat beberapa masalah, seperti:
a. Produktivitas pada Tenaga Kerja
Jika pertumbuhan lapangan kerja tidak sejalan dengan peningkatan produktivitas, maka akan terjadi stagnasi dalam penghasilan dan kondisi kesejahteraan angkatan kerja.
b. Tidak Menerapkan Teknologi Terkini
Angkatan kerja yang tidak terampil dalam teknologi baru akan mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan yang relevan.
c. Kurangnya Pengembangan Tenaga Kerja
Peningkatan kualitas tenaga kerja membutuhkan upaya untuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri.
d. Meningkatnya Jaminan Kesehatan
Peningkatan kesehatan masyarakat juga dapat memperpanjang masa produktif penduduk dan menambah jumlah angkatan kerja.
e. Peranan Kaum Perempuan dalam Perekonomian
Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sangat penting, karena mereka yang bekerja di luar rumah akan diakui sebagai bagian dari angkatan kerja.
Jenis-jenis Angkatan Kerja
Angkatan kerja dapat dibedakan menjadi dua kategori utama:
1. Berdasarkan Pekerjaannya
Berikut adalah tipe angkatan kerja berdasarkan pekerjaan:
a. Pekerja Penuh
Mereka yang bekerja secara reguler dengan jam kerja yang teratur. Pekerja penuh mendapatkan penghasilan tetap.
b. Setengah Menganggur
Orang yang memiliki pekerjaan tetapi kurang produktif dalam pekerjaannya. Terdapat dua kategori: setengah menganggur kentara dan tidak kentara.
c. Pengangguran
Kelompok ini mencakup penduduk yang tidak memiliki pekerjaan tapi sedang mencarinya. Terdapat enam jenis pengangguran, termasuk pengangguran friksional dan struktural.
2. Berdasarkan Usia dan Aktivitas Kerjanya
Angkatan kerja berdasarkan usia meliputi penduduk yang berusia antara 15 hingga 65 tahun, dengan pengelompokan berdasarkan status kerja mereka. Data menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 144,01 juta jiwa pada Februari 2022. Kelompok usia 25-29 tahun merupakan yang terbesar, sementara angka terendah terdapat pada kelompok usia 15-19 tahun.
Dengan memahami pengertian, faktor-faktor, dan jenis-jenis angkatan kerja, kita dapat lebih mengapresiasi pentingnya peran angkatan kerja dalam perekonomian. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja agar dapat berkontribusi secara maksimal di dunia kerja.