
Sebuah pendarat bulan yang dikembangkan oleh perusahaan Intuitive Machines siap diluncurkan ke luar angkasa pada minggu ini, menandai misi lunar kedua bagi perusahaan tersebut yang pada tahun lalu membuat sejarah sebagai perusahaan swasta pertama yang berhasil mendarat di permukaan bulan. Misi ini akan menggunakan pesawat luar angkasa bernama Athena yang dilengkapi dengan bor dan alat pengukur untuk mempelajari komposisi kimia batuan dan tanah yang terletak di bawah permukaan bulan.
Misi Athena menjadi bagian dari program Commercial Lunar Payload Services (CLPS) yang diinisiasi oleh NASA untuk mendukung pengembangan pendarat bulan oleh perusahaan swasta. Pendarat ini memiliki tujuan khusus, yaitu mendarat di daerah kutub selatan bulan, tepatnya di sebuah dataran tinggi di gunung datar yang dikenal sebagai Mons Mouton. Kutub selatan bulan menarik perhatian NASA karena banyaknya krater yang selalu terbayang bayangan di area tersebut, yang diduga menyimpan es air dalam jumlah yang cukup besar. Penemuan air ini dapat berperan penting dalam membangun basis permanen di bulan di masa depan.
Athena dijadwalkan untuk diluncurkan dengan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada hari Rabu pukul 7:17 malam ET dari Pusat Antariksa Kennedy NASA yang terletak di Florida. Selain Athena, roket yang sama juga akan meluncurkan satelit pemetaan bulan yang dikembangkan oleh NASA, yaitu Lunar Trailblazer.
Kedua misi ini merupakan bagian dari berbagai peluncuran luar angkasa yang diantisipasi minggu ini. Pada hari Kamis, NASA juga menjadwalkan peluncuran observatorium luar angkasa SPHEREx, yang dirancang untuk memetakan seluruh langit dalam tiga dimensi dan menyelidiki asal usul alam semesta. Selanjutnya, SpaceX berencana untuk meluncurkan roket Starship dalam uji coba kedelapan pada hari Jumat. Di akhir pekan, pendarat bulan robotik lain yang dikembangkan oleh Firefly Aerospace juga akan mencoba mendarat di permukaan bulan.
Setelah diluncurkan, Athena diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar satu minggu dalam perjalanan ke bulan. Jika semua berjalan sesuai rencana, misi ini berpotensi untuk menyentuh permukaan bulan paling cepat pada tanggal 6 Maret. Selain misi pengumpulan data geologis, Athena juga dirancang untuk menguji sistem komunikasi 4G yang dikembangkan oleh Nokia di permukaan bulan. Para pejabat Nokia menyatakan bahwa jaringan tersebut bisa digunakan untuk mentransmisikan data dari Bumi ke bulan atau untuk menghubungkan komunikasi, telemetri, serta data antara berbagai spacecraft yang berada di permukaan bulan.
Selama misi yang berlangsung beberapa minggu, pendarat Athena akan melepaskan drone yang dirancang untuk melakukan serangkaian lompatan di sekitar lokasi pendaratan. Drone tersebut, yang dijuluki Grace, diharapkan dapat menjelajahi area seluas sekitar 650 kaki dalam empat lompatan, termasuk menjelajahi sebuah kawah terdekat untuk memindai adanya deposito es dan kemungkinan keberadaan hidrogen.
Intuitive Machines sebelumnya berhasil melakukan pendaratan bulan pertamanya pada Februari 2024 dengan pendarat Odysseus yang mendarat di dekat kawah Malapert A, tidak jauh dari kutub selatan bulan. Meski pendaratan ini dianggap sukses, Odysseus mengalami kesulitan saat terbalik di permukaan bulan, sehingga mengurangi kemampuannya dalam mengumpulkan data. Kali ini, Intuitive Machines berupaya memastikan pendaratan yang lebih baik lagi.
Dengan misi ini, NASA berencana untuk memperkerjakan beberapa perusahaan yang terlibat dalam program CLPS untuk mengangkut kargo dan instrumen ilmiah ke permukaan bulan dalam rangka misi besar untuk mengembalikan astronot ke bulan. Peluncuran Athena ini mengindikasikan langkah maju dalam eksplorasi bulan dan pengembangan teknologi yang dapat membantu manusia bertahan di lingkungan luar angkasa.