
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka telah mengusulkan agar pelajaran coding diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlangsung di Jakarta pada 11 November 2024. Langkah ini dianggap penting sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diharapkan menjadi negara maju dengan ekonomi inklusif dan berdaya saing global.
Coding, menurut ComputerScience.org, adalah proses yang melibatkan pembuatan serangkaian perintah untuk memberitahu mesin agar bekerja dan menyelesaikan tugas. Dengan meningkatnya tantangan dalam dunia kerja yang dipicu oleh automasi dan digitalisasi, keahlian coding diperkirakan akan menjadi syarat penting bagi generasi masa depan.
Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, diperkirakan 69 juta pekerjaan baru akan muncul dalam lima tahun ke depan, tetapi 83 juta pekerjaan akan hilang karena digantikan oleh teknologi otomatisasi. Ini menciptakan kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan generasi anak-anak sekarang dengan ketrampilan yang relevan. Menurut Institute for The Future dan Dell Technologies, mayoritas anak-anak yang saat ini bersekolah akan melakukan pekerjaan yang saat ini belum ada.
Di tengah perubahan cepat yang terjadi dalam dunia kerja, pengajaran coding bisa menjadi dasar bagi pengembangan daya saing bangsa. Dalam konteks ini, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
Adaptasi terhadap Perubahan: Pendidikan coding sejak dini dapat mendukung konsep adaptive advantage, di mana kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat menjadi keharusan dalam persaingan global.
Literasi Digital: Dengan semakin digitalnya dunia, literasi digital menjadi kunci. Pengajaran coding dapat membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan data besar.
- Persiapan Tenaga Kerja: Mempersiapkan siswa dengan kemampuan coding memungkinkan mereka untuk menjadi tenaga kerja yang innovatif dan siap menghadapi permintaan pasar global yang terus berubah.
Pelajaran coding bukan sekadar pengetahuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan soft skills siswa. Menurut penelitian UNESCO yang dilakukan oleh Hugo G. Lapierre, beberapa negara telah mengintegrasikan coding dalam kurikulum mereka untuk menciptakan individu yang tidak hanya mahir dalam teknologi tetapi juga memahami hubungan yang sehat dengan teknologi tersebut.
Sebagai contoh, Estonia telah mengadopsi kebijakan pengajaran coding sejak usia dini, dengan fokus tidak hanya pada teknis tetapi juga perkembangan karakter. Demikian juga Inggris dan Korea Selatan, yang telah merancang kurikulum yang mendukung pengembangan kemampuan problem-solving dan kreativitas.
Pentingnya pendidikan coding tidak dapat dipisahkan dari pengembangan soft skills. Bernard Marr dalam bukunya “Future Skills” menekankan bahwa kesuksesan di era digital harus diimbangi dengan pemahaman yang tepat terhadap teknologi dan keterampilan kolaboratif. Kompetensi seperti kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis menjadi semakin krusial dalam lingkungan kerja masa depan.
Untuk mengimplementasikan pendidikan coding secara efektif, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dunia usaha bisa berkontribusi melalui investasi dalam infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, serta pengembangan ekosistem teknologi yang mendukung. Hal ini sejalan dengan pandangan Mary Jo Hatch yang menyebut teknologi sebagai medium untuk memperkuat pola pikir inovatif dan kolaboratif.
Dengan strategi yang tepat, pelajaran coding dapat dioptimalkan sebagai katalisator transformasi ekonomi Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Penguasaan teknologi yang disertai dengan pengembangan soft skills akan membuka peluang baru, menghadapi tantangan, dan menerima manfaat dari digitalisasi yang kian meluas. Maka, tidak diragukan lagi bahwa pengajaran coding sejak dini merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.