Bisnis

Nilai Santunan Jasa Raharja Naik: Capai Rp3,1 Triliun di 2024!

Nilai santunan yang dibayarkan oleh PT Jasa Raharja menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun ke tahun, dengan proyeksi mencapai Rp3,1 triliun pada akhir tahun 2024. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, yang menegaskan bahwa kenaikan nilai santunan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Memasuki awal tahun 2024, nilai santunan Jasa Raharja mengalami perkembangan yang cukup signifikan, terutama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam catatan, pada tahun 2019, Jasa Raharja membayarkan santunan sebesar Rp2,70 triliun kepada total 134.025 jiwa, yang terdiri dari 28.841 korban meninggal dunia dan 105.841 korban luka-luka. Namun, di tahun 2020, akibat dampak pandemi Covid-19, nilai santunan mengalami penurunan menjadi Rp2,33 triliun dengan total 110.479 jiwa yang menerima santunan, termasuk 23.631 korban meninggal dunia dan 88.848 orang luka-luka.

Rivan menjelaskan, meskipun terjadi penurunan pada 2020, perusahaan berhasil menjaga tren positif dalam pembayaran santunan. “Kalau kita lihat tren, sebelumnya, angka meninggal dunia sempat memprihatinkan, mencapai 30.000. Namun, penurunan ini bukan karena adanya tindakan penanganan tertentu, melainkan imbas dari pandemi Covid-19,” ungkap Rivan dalam media gathering di kantor pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada hari Senin.

Dengan dimulainya kembali aktivitas masyarakat pasca-pandemi, Jasa Raharja mempersiapkan diri untuk potensi lonjakan kebutuhan santunan. Rivan menyoroti pentingnya sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan, yang memungkinkan perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara penerimaan iuran dan pembayaran klaim. “Kami berhasil menjaga arus iuran dan klaim yang dibayarkan, sehingga trend pembayaran santunan tetap positif,” imbuhnya.

Menjelang akhir tahun 2024, Jasa Raharja merencanakan untuk membayarkan total santunan sebesar Rp3,10 triliun. Jumlah ini akan disalurkan kepada 149.151 jiwa, dengan rincian 26.168 korban meninggal dunia dan 122.983 korban luka-luka. Keberhasilan ini menunjukkan peran penting Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia, terutama di sektor transportasi.

Dalam perspektif keuangan, Jasa Raharja juga mencatat hasil yang menggembirakan, dengan laba perusahaan mencapai Rp1,3 triliun serta hasil investasi yang meraih Rp1,06 triliun. Rivan menambahkan bahwa kondisi keuangan Jasa Raharja tercermin dalam tingkat Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 789,01%, yang merupakan yang tertinggi di sektor asuransi di Indonesia. “Kami meyakini bahwa Jasa Raharja adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki RBC tertinggi. Standar yang ditetapkan adalah 120%, sementara perusahaan asuransi lainnya rata-rata tidak lebih dari 350%. Jadi, kami sangat optimis,” jelasnya.

Keberlanjutan dalam memberikan santunan dan menjaga kinerja keuangan yang solid menunjukkan bahwa Jasa Raharja berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat. Peningkatan nilai santunan yang konsisten mencerminkan upaya perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan yang ada di lapangan. Dengan proyeksi nilai santunan yang terus meningkat hingga mencapai Rp3,1 triliun pada 2024, Jasa Raharja bertindak sebagai garda terdepan dalam memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai lembaga yang berfokus pada layanan dan perlindungan, Jasa Raharja terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanannya, agar dapat memenuhi harapan masyarakat dan berkontribusi positif dalam pembangunan nasional.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button