Aplikasi gaya hidup Muslim, Muslim Pro, kini tengah menargetkan untuk meningkatkan jumlah pengguna aktif di Indonesia menjadi 10 juta. Setelah berhasil mencapai 5 juta pengguna aktif, CEO Bitsmedia, Nafees Khundker, menjelaskan bahwa ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan basis komunitas di Tanah Air. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Nafees menyatakan, “Sejujurnya, kami tidak memiliki basis pengguna target terpisah untuk Indonesia. Tapi harapannya kami ingin mencapai 25% terlebih dahulu dan kemudian 50% dari komunitas ini, harapannya bisa jadi pengguna aktif.”
Muslim Pro, yang kini telah diunduh hingga 40 juta kali di Indonesia dan total 170 juta kali di seluruh dunia, menjadi salah satu aplikasi yang mendominasi layanan untuk umat Islam. Dengan lebih dari 5 juta pengguna aktif, Nafees optimis untuk meningkatkan angka tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya Indonesia sebagai pasar utama, mengingat statusnya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Indonesia pasti menjadi pasar utama kami. Dari situlah kami memulainya,” ungkapnya.
Tingginya potensi pasar di Indonesia terletak pada karakter digital masyarakatnya. Nafees menambahkan, “Indonesia adalah negara yang sangat digital, tidak seperti bagian Timur Tengah dan Afrika Utara yang belum begitu digital. Jadi bagi kami, kami melihat lebih banyak peluang di sini daripada di tempat lain, terutama dari populasi yang lebih muda.” Menurutnya, pertumbuhan digital di Indonesia menjadi salah satu pendorong utama untuk mengembangkan fitur dan layanan yang lebih baik bagi pengguna.
Keberadaan pengguna aktif yang signifikan di Indonesia juga memberikan dampak positif bagi inovasi Muslim Pro. Tim pelayanan pelanggan yang berbasis di Indonesia memberikan kemudahan akses bagi pengguna dalam menyampaikan masukan serta ide-ide baru yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas aplikasi. “Kami banyak mendapatkan ide dan masukan untuk berinovasi dari para pengguna di Indonesia,” tambah Nafees.
Dalam rangka memperkuat posisinya di pasar, Muslim Pro juga berencana untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi penggunanya. Di antara fitur-fitur yang ditawarkan meliputi alat pencari arah kiblat, jadwal shalat, dan berbagai konten Islami lainnya, aplikasi ini berperan penting dalam mendukung kegiatan sehari-hari umat Muslim.
Dengan berfokus pada peningkatan jumlah pengguna aktif, Muslim Pro juga berkomitmen untuk menyediakan layanan terbaik dan berkelanjutan. Mereka berusaha untuk mendorong keterlibatan komunitas melalui konten lokal yang relevan dan menarik bagi pengguna. “Kami ingin lebih berkembang di Indonesia karena kami merasa bahwa kami dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat dan mereka benar-benar mendorong kami untuk menjadi lebih baik,” jelas Nafees.
Sebagai aplikasi yang telah melampaui batas negara, Muslim Pro tetap mengedepankan visinya untuk menjadi platform yang mendukung kehidupan sehari-hari umat Muslim di seluruh dunia. Dalam perjalanan menggapai target 10 juta pengguna aktif, Muslim Pro bertekad tidak hanya untuk menjangkau penggunanya, namun juga untuk memberikan dampak positif bagi komunitas Muslim di Indonesia.
Dengan potensi untuk terus berkembang dan berinovasi, Muslim Pro siap menghadapi tantangan dan peluang di pasar digital yang pesat ini. Upaya memperkuat posisinya di Indonesia pun merupakan indikator positif bagi masa depannya di kawasan Asia Tenggara dan global.