Bisnis

Morning Bid: Powell dan Steel, AI Siap Mengubah Permainan!

Minggu ini, pasar keuangan Amerika Serikat dan global mengalami dinamika yang menarik di tengah isu-isu terkait kebijakan tarif bijih baja, pengaruh Ketua Federal Reserve Jerome Powell, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah terbaru Presiden AS, Donald Trump, yang meningkatkan tarif untuk impor baja dan aluminium menjadi 25% tanpa pengecualian, bertujuan untuk membantu industri baja AS yang sedang tertekan. Namun, keputusan ini berpotensi memicu perang dagang yang meluas.

Berdasarkan data dari American Iron and Steel Institute, pada tahun 2023, konsumsi baja impor mencakup sekitar 23% dari total konsumsi baja di AS, dengan Canada, Brasil, dan Meksiko menjadi pemasok utama. Selain itu, Trump juga mengisyaratkan bahwa ia akan menerapkan tarif balasan terhadap semua negara yang mengenakan bea terhadap barang-barang AS, termasuk kendaraan, semikonduktor, dan produk farmasi. Efek dari kebijakan ini terhadap harga saham di sektor baja cukup signifikan, dengan perusahaan-perusahaan seperti Nucor, U.S. Steel, dan Steel Dynamics melonjak hingga 4%.

Di sisi lain, pasar mata uang tampak mengabaikan berita tersebut, dengan nilai dolar hanya naik sedikit. Namun, harga emas melonjak mencapai rekor tertinggi, menyentuh $2,942.70 per ons sebelum turun sedikit. Saham-saham di sektor teknologi juga mengalami kenaikan, dengan produsen chip AI seperti Nvidia dan Broadcom naik hampir 3%. Keberhasilan ini bersamaan dengan kabar bahwa konsorsium yang dipimpin Elon Musk menawarkan $97,4 miliar untuk membeli organisasi nirlaba yang mengontrol OpenAI, sebuah tindakan yang menambah ketertarikan terhadap pengembangan AI.

Perkembangan terbaru dalam musim laporan keuangan perusahaan juga memberikan sentimen positif bagi pasar, di mana lebih dari 60% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah melaporkan pembaruan kuartalan. Pertumbuhan laba tahunan untuk indeks tersebut mencapai hampir 15%, jauh melebihi ekspektasi awal sekitar 10%. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan tahunan juga menunjukkan angka yang lebih baik dari yang diperkirakan.

Dengan kondisi ekonomi yang masih tumbuh stabil dan pasar tenaga kerja yang ketat, banyak investor memperkirakan bahwa Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang hati-hati. Powell diperkirakan akan menyampaikan pandangan yang lebih hati-hati dalam kesaksiannya di depan Kongres tentang kebijakan moneter, dengan pasar hanya menganalisis kemungkinan satu pemotongan suku bunga tahun ini dan bukan sebelum bulan September.

Sementara itu, yang mengkhawatirkan adalah laporan dari China yang menunjukkan penurunan penjualan mobil sebesar 12% pada bulan Januari dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan pukulan bagi produsen mobil seperti Xpeng dan Geely yang mengalami penurunan saham hingga 10%. Situasi ini menambah dimensi global terhadap dampak kebijakan tarif dan persaingan ketat di pasar otomotif.

Di Eropa, indeks saham menunjukkan pergerakan positif, meskipun kekhawatiran akan perang tarif terus membayangi pasar. Keputusan BP yang melaporkan laba kuartalan yang lebih rendah dari yang diperkirakan juga mempengaruhi sektornya, namun saham BP melonjak 7% setelah kabar tentang akuisisi oleh investor Elliott Management, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perusahaan.

Dengan banyaknya rilis data yang diharapkan, termasuk survei kecil usaha NFIB dan laporan kebijakan moneter Powell, hari-hari mendatang akan sangat menentukan arah pergerakan pasar. Investor dan analis di seluruh dunia akan memantau dengan cermat bagaimana faktor-faktor ini, termasuk kecanggihan teknologi AI dan dinamika perdagangan internasional, berkontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button