Bisnis

Microsoft Alami Penurunan Saham Setelah Batalkan Dua Sewa Data Center AI

Microsoft mengalami penurunan nilai saham pada Senin pagi setelah laporan analisis dari TD Cowen mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah membatalkan beberapa sewa pusat data di Amerika Serikat. Pembatalan ini memunculkan spekulasi bahwa permintaan untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mungkin lebih rendah dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

Analisis yang menjadi sorotan publik tersebut menunjukkan bahwa Microsoft telah membatalkan sewa yang mencakup “beberapa ratus megawatt” di dua operator pusat data swasta. Selain itu, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Microsoft mengurangi konversi dari “statemen kualifikasi” menjadi sewa, dan lebih memilih untuk mengalihkan sejumlah besar pengeluaran internasional ke pasar domestik AS. Ini menunjukkan adanya potensi kelebihan pasokan pada kapasitas pusat data Microsoft.

Dalam catatan yang dirilis, analis dari TD Cowen mengungkapkan, “Ketika informasi ini dikombinasikan dengan pemantauan sebelumnya, ini menunjukkan bahwa Microsoft mungkin berada dalam posisi oversupply.” Mereka mencatat bahwa dalam beberapa kasus, Microsoft menggunakan penundaan fasilitas atau pasokan sebagai alasan untuk pembatalan sewa tersebut.

Data yang diungkapkan dalam laporan tersebut mencerminkan pewatan beberapa tren yang lebih luas dalam industri teknologi, di mana jumlah permintaan sering kali sulit diprediksi. Keputusan Microsoft untuk membatalkan sewa ini menyiratkan adanya penyesuaian yang perlu dilakukan dalam mengatur strategi pengembangan pusat data mereka.

Sebagai tambahan, analis mengindikasikan bahwa Microsoft mungkin mengalami penurunan berkelanjutan dalam permintaan data pusat, yang tampaknya merupakan dampak dari pergeseran beban kerja AI ke pesaing seperti Oracle dan SoftBank. Hal ini terlihat dari lonjakan besar dalam kebutuhan Oracle yang tampaknya belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa bulan terakhir.

Sementara analis berpendapat bahwa Microsoft masih terus aktif, mereka mengamati adanya penurunan permintaan sewa pusat data dibandingkan dengan laju yang tinggi di awal tahun 2023. Yang menarik, Microsoft sebelumnya mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengeluarkan dana sebesar $80 miliar untuk pusat data AI dalam tahun fiskal ini, menandakan bahwa meskipun ada keterlambatan saat ini, perusahaan masih berinvestasi secara signifikan dalam infrastruktur AI.

Seorang juru bicara Microsoft menyatakan bahwa pengeluaran mereka tetap sesuai rencana, dan mereka terus tumbuh pada tingkat rekor untuk memenuhi permintaan pelanggan. “Terima kasih kepada investasi signifikan yang telah kami lakukan hingga saat ini, kami berada dalam posisi yang baik untuk memenuhi permintaan pelanggan yang sudah ada dan terus meningkat,” ujar juru bicara tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada penyesuaian dalam sewa pusat data, Microsoft tetap optimis terhadap pertumbuhan jangka panjang bisnis AI mereka. CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pertumbuhan produktivitas global dan GDP adalah metrik yang lebih baik untuk mengukur kemajuan AI daripada sekadar mengejar definisi kecerdasan umum buatan (AGI) yang mungkin tidak realistis.

Menghadapi tantangan permintaan ini, Nadella menekankan pentingnya memahami bagaimana permintaan dan pasokan harus seimbang. Ia memperingatkan agar perusahaan tidak terjebak dalam ekspektasi tinggi yang tidak relevan dengan benar-benar menciptakan nilai bagi pelanggan.

Pasar tetap mencermati perkembangan lebih lanjut, termasuk laporan pendapatan dari NVIDIA yang akan dirilis dalam waktu dekat, yang diharapkan memberikan wawasan tambahan mengenai sejauh mana belanja AI mungkin melambat. Dengan demikian, situasi ini terus dipantau oleh para investor dan analis untuk memahami perkembangan dalam sektor teknologi yang kompetitif dan dinamis ini.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button