Menelusuri ‘How The Wire’: Malam Frustrasi Para Dons di TV

Aberdeen FC harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengalami kekalahan telak dari Celtic di Celtic Park dalam pertandingan terbaru mereka. Setelah melewatkan beberapa peluang emas, Dons, julukan Aberdeen, harus puas dengan hanya mencetak satu gol lewat Shayden Morris, yang datang terlambat dan tidak mampu mengubah nasib tim dalam laga yang berakhir 5-1. Pelatih Aberdeen, Jimmy Thelin, merasa frustasi dan menyatakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi timnya.

Satu kutipan terkenal dari serial TV "The Wire" yang menganggap pentingnya ketepatan dalam mengelola peluang, "If you come for the king, you best not miss," seolah menggambarkan situasi yang dialami Aberdeen di laga tersebut. Dalam pertandingan ini, mereka memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol, tetapi gagal memanfaatkannya pada saat-saat krusial.

Celtic, di sisi lain, menunjukkan ketidakberdayaan yang mencolok di babak pertama, tetapi tetap berhasil mencetak tiga gol sebelum jeda. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun belum tampil maksimal, mereka tetap mampu mengeksploitasi kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pertahanan Aberdeen. Tiga gol yang diciptakan Oday Dabbagh, Kevin Nisbet, dan Jeppe Okkels menjadi catatan mengecewakan bagi tim tamu yang terus berjuang mencari kemenangan.

Ada beberapa faktor yang dapat diidentifikasi dari kekalahan ini:

  1. Peluang yang Terbuang: Aberdeen memiliki beberapa peluang mengancam tetapi tidak mampu memanfaatkannya dengan baik. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa hasil akhir tidak memuaskan.

  2. Mandulnya Pertahanan: Meskipun penampilan tim terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya di Celtic Park, pertahanan mereka masih belum cukup solid, terbukti dari jumlah gol yang diterima.

  3. Statistik Memprihatinkan: Kekalahan ini menjadi yang ke-29 kalinya berturut-turut bagi Aberdeen tanpa kemenangan melawan Celtic. Sebelumnya, mereka hanya menunggu 18 pertandingan untuk meraih kemenangan atas tim kepala klasemen tersebut.

  4. Kondisi Mental: Thelin mencatat bahwa pertandingan melawan Celtic sering kali berangkat dari semangat juang yang tinggi namun sering berujung pada kekecewaan, yang dapat mempengaruhi mental pemain.

Meski begitu, pelatih Aberdeen melihat beberapa aspek positif dari performa timnya. Tidak semua pertandingan di Celtic Park berakhir dengan hasil seburuk ini, dan mereka dapat belajar dari pengalaman tersebut untuk menghadapi laga-laga mendatang. Terlepas dari hasil buruk tersebut, Aberdeen terlihat mulai menemukan kembali pijakan mereka setelah mengalami 14 pertandingan tanpa kemenangan di liga sebelumnya.

Selanjutnya, Aberdeen akan menghadapi Dundee United di Pittodrie, yang diakui Thelin sebagai "pertandingan terbesar mereka musim ini". Dengan posisi klasemen yang semakin menekan, hasil positif di laga ini sangat penting untuk membangkitkan semangat serta kepercayaan diri tim menjelang akhir musim.

Perjuangan Aberdeen tidak hanya melawan Celtic, tetapi juga dengan sembilan klub lain di liga yang menghadirkan tantangan tersendiri. Hasil negatif di Glasgow dapat menjadi beban berat, tetapi Thelin berharap bahwa pengalaman di Celtic Park ini tidak akan berdampak buruk pada penampilan dan performa tim dalam beberapa minggu ke depan.

Dengan banyak potensi yang masih dapat digali, harapan untuk memperbaiki catatan buruk di sisa musim masih terbuka lebar bagi Dons.

Exit mobile version