Internasional

Mayat Anak-anak Terdampak Hamas Kembali ke Israel, Ibu Tak Ikut

Hamas telah mengembalikan jenazah empat sandera Israel pada hari Kamis, di mana di antara mereka adalah dua anak perempuan, Kfir dan Ariel Bibas, yang merupakan sandera termuda dalam insiden penculikan yang terjadi pada bulan Oktober. Ketika jenazah ini dikembalikan, jelas bahwa ibunda mereka, Shiri Bibas, tidak termasuk di dalamnya, meskipun sebelumnya diyakini bahwa tubuh yang dikembalikan adalah miliknya. Pengembalian ini berlangsung di Khan Younis, Gaza, dengan latar belakang penuh propagandanya.

Alasan pengembalian jenazah ini diduga terkait dengan kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di mana empat jenazah diserahkan sesuai perjanjian. Namun, Israel Defense Forces (IDF) menggarisbawahi bahwa ini adalah pelanggaran serius yang dilakukan oleh organisasi teroris Hamas, karena mereka seharusnya mengembalikan semua sandera yang hilang.

Kedua anak tersebut, Kfir yang berusia kurang dari sembilan bulan dan Ariel yang berusia empat tahun, dikategorikan sebagai sandera yang brutal dibunuh dalam penawanan pada bulan November 2023. Kedua keluarga Bibas merasa sangat kalut, pasca pengumuman dari Hamas yang menyatakan bahwa Shiri dan anak-anaknya telah tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh Israel, meskipun klaim tersebut tidak dapat dikonfirmasi oleh pihak militer Israel.

Kekacauan tidak berhenti di situ. Keluarga Bibas dan Forum Keluarga Sandera dan Hilang sangat terkejut ketika mendengar informasi bahwa jenazah Shiri Bibas yang tidak teridentifikasi dan bukan milik ibunya. IDF memastikan bahwa tidak ada kecocokan dengan sisa sandera lainnya, menjadikan jenazah tersebut sebagai tubuh tanpa identifikasi, sebuah situasi yang semakin menambah tragedi yang dialami keluarga tersebut.

Acara pengembalian jenazah tersebut dihadiri oleh kerumunan besar dan dikelilingi oleh militan bersenjata Hamas. Casket yang berisi jenazah ditunjukkan kepada publik dengan latar belakang spanduk provokatif yang menggambarkan pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, dengan citra negatif. Netanyahu sendiri merespons dengan rasa duka yang mendalam, menekankan bahwa segala upaya akan dilakukan untuk mengembalikan sisa sandera yang masih hidup.

Proses pengembalian ini juga melibatkan petugas dari Palang Merah yang menandatangani dokumen sebelum jenazah dibawa ke kendaraan Palang Merah untuk langsung diserahkan kepada IDF dan Badan Keamanan Israel. Sementara itu, anak-anak Bibas lahir pada bulan Oktober, yang menandai perjalanan kelam bagi mereka yang selamat dari serangan teror yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan banyak luka parah dalam perang yang melawan Hamas.

Selain pengembalian jenazah tersebut, ada harapan dari keluarga dan pihak berwenang mengenai perundingan lanjutan untuk pembebasan sandera lainnya, termasuk enam sandera hidup yang dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat. Keluarga Bibas menekankan bahwa mereka tetap berada dalam kebingungan dan kesedihan sembari menunggu kepastian status Shiri, yang hingga saat ini masih kabur.

Dengan adanya sejumlah perkembangan ini, kondisi di Gaza tetap tegang, dan pembicaraan mengenai angkatan kedua dari kesepakatan gencatan senjata diharapkan akan segera dimulai, dengan fokus untuk melanjutkan proses pemulihan dan pengembalian sandera. Para pemimpin internasional terus berusaha untuk menengahi situasi di wilayah tersebut, menyadari dampak humaniter yang luas dari konflik berkepanjangan ini.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button