Bisnis

Macron Dukung AI Berbasis Listrik untuk Masa Depan Prancis

Dalam pernyataan yang disampaikan di AI Action Summit di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmen Prancis dalam memajukan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan penekanan pada penggunaan tenaga listrik yang bersih dan berkelanjutan. Dalam acara tersebut, Macron menyerukan kepada para pelaku industri untuk memilih Eropa, khususnya Prancis, sebagai lokasi bagi kebutuhan bisnis mereka terkait AI.

Macron mencatat bahwa kekuatan Prancis terletak pada kemampuan untuk menghadapi tantangan besar yang ditimbulkan oleh konsumsi energi yang tinggi dari teknologi AI. Dalam konteks ini, ia mengatakan, "Energi bersih dan listrik membedakan Prancis dalam menangani konsumsi energi yang luas dari AI." Pernyataan tersebut menyoroti perhatian Macron terhadap isu lingkungan, serta potensi Prancis untuk menjadi pusat inovasi dalam industri AI yang ramah lingkungan.

Melalui ajang ini, Macron juga menyinggung perbandingan dengan pendekatan di negara lain, khususnya yang menggantungkan pada metode ekstraksi sumber daya alam. Ia mengungkapkan, "Saya memiliki teman baik di sisi lautan yang mengatakan ‘bor, baby, bor.’ Di sini, tidak perlu melakukan itu. Cukup sambungkan, baby, sambungkan." Dengan ungkapan ini, Macron menekankan bahwa Prancis memiliki infrastruktur yang siap untuk mendukung perkembangan teknologi tinggi dengan memanfaatkan energi listrik terbarukan alih-alih metode yang merusak lingkungan.

Ketersediaan sumber daya energi yang bersih tidak hanya menjadi halo yang menarik bagi investor dalam industri AI, tetapi juga berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global. Eropa, yang dengan cepat bertransition menuju sumber energi yang lebih bersih, memiliki kesempatan unik untuk meraih keuntungan dari revolusi teknologi yang sedang berlangsung ini.

Daftar di bawah ini merangkum beberapa alasan mengapa Prancis menjadi pilihan utama untuk pengembangan AI di Eropa:

  1. Sumber Energi Bersih: Prancis memiliki jaringan pembangkit listrik yang sebagian besar berasal dari energi nuklir dan terbarukan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

  2. Infrastruktur Teknologi yang Kuat: Negara ini memiliki infrastruktur yang kokoh untuk mendukung penelitian dan pengembangan AI, termasuk universitas ternama dan tempat penelitian.

  3. Dukungan Pemerintah: Pemerintah Prancis berinvestasi secara signifikan dalam inisiatif AI, memberikan insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi di sektor ini.

  4. Kualitas Sumber Daya Manusia: Dengan banyaknya profesional berkualitas di bidang teknologi dan sains, Prancis menyediakan talenta yang dibutuhkan untuk mendukung inovasi dalam AI.

  5. Kesadaran Lingkungan: Fokus pada keberlanjutan semakin menjadi daya tarik bagi perusahaan yang ingin membangun reputasi positif di pasar global.

Macron juga menyatakan bahwa Prancis ingin mengambil peran yang lebih aktif dalam pengaturan dan pengembangan AI di tingkat internasional, memprioritaskan etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi baru. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mengejar investasi dan inovasi, Prancis tetap berkomitmen pada nilai-nilai sosial dan lingkungan yang lebih luas.

Dengan ajakan ini, Macron berharap untuk menempatkan Prancis sebagai pemimpin dalam industri AI di Eropa dan secara global. Ia menyadari bahwa keberadaan investasi dan inovasi di bidang ini akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan ekonomi dan teknologi Prancis.

Pernyataan Macron di AI Action Summit tidak hanya menunjukkan ambisi negara dalam mengembangkan ekosistem AI tetapi juga meneguhkan posisinya sebagai pionir dalam transisi ke energi bersih. Melalui langkah-langkah ini, Prancis berasumsi akan menarik lebih banyak bisnis dan menciptakan kolaborasi yang dapat meningkatkan lagi reputasi negara di arena teknologi internasional.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button