
Jamur di rumah sering kali menjadi masalah yang diremehkan, tetapi dampaknya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan. Dalam lingkungan dengan kelembapan tinggi, seperti area yang mengalami kebocoran atau kurang ventilasi, jamur dapat dengan mudah berkembang biak. Menurut data dari Euro-maids.com, terdapat beberapa jenis jamur yang umum ditemukan di rumah beserta efeknya terhadap kesehatan serta lokasi di mana mereka biasanya muncul.
Salah satu jenis jamur yang sering dijumpai adalah Aspergillus. Jamur ini dapat memiliki berbagai warna, termasuk putih, hijau, hitam, coklat, atau kuning. Spora jamur ini menyerupai labu panjang dan dapat menyebabkan reaksi alergi, serangan asma, infeksi paru-paru, serta radang pernapasan. Jamur Aspergillus sering ditemukan pada karpet, dinding lembap, pintu, dan bantal.
Selanjutnya, terdapat Aureobasidium, yang biasanya berwarna merah muda, coklat, atau hitam dengan tekstur halus yang bisa menjadi beludru seiring waktu. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi pada mata, kulit, dan kuku. Aureobasidium seringkali ditemukan di kamar mandi, dapur, serta nat ubin dan kayu yang dicat.
Kaetomium adalah jenis jamur lainnya yang memiliki tekstur seperti kapas dan biasanya berwarna putih, abu-abu, coklat, hingga hitam. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi kulit dan kuku dan biasa ditemukan pada wallpaper, drywall, serta kertas basah.
Kemudian, terdapat Cladosporium, yang umumnya berwarna hitam, coklat, atau hijau zaitun. Paparan terhadap jamur ini dapat memicu reaksi alergi, seperti kulit gatal, mata berair, hingga gangguan pernapasan. Cladosporium sering ditemukan di karpet, pelapis, kain, dan kolong lantai.
Dikenal juga sebagai jamur hitam, Stachybotrys dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan, termasuk mual dan pendarahan di paru-paru atau hidung. Jamur ini seringkali berkembang di area yang lembap seperti pipa yang berkeringat atau atap yang bocor.
Jamur Trichoderma, yang awalnya berwarna putih atau kuning sebelum berubah menjadi abu-abu atau gelap, juga berisiko menyebabkan reaksi alergi, seperti asma dan infeksi paru-paru. Jamur ini biasanya ditemukan pada kayu jenuh air dan kasur.
Terakhir, ada Ulokladium, yang berwarna coklat, abu-abu, atau hitam. Jamur ini dapat menyebabkan demam serbuk sari serta kesulitan bernapas, dan sering berkembang di tempat dengan kelembapan tinggi seperti karpet basah atau bangunan yang rusak akibat air.
Mengutip dari Spaulding Decon, jamur di rumah dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan. Pertama adalah jamur alergenik, yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan dapat diatasi dengan produk disinfektan rumah tangga. Kedua adalah jamur patogenik, yang dapat mengakibatkan infeksi saluran pernapasan dan memerlukan eliminasi profesional jika koloni jamur besar ditemukan. Ketiga adalah jamur toksik, yang memproduksi mikotoksin berbahaya dan mungkin memerlukan penghilangan profesional lengkap.
Keberadaan jamur di dalam rumah bukan hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga dapat membahayakan kesehatan penghuni. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, memeriksa kelembapan, dan mengatasi sumber kebocoran adalah langkah penting dalam mencegah pertumbuhan jamur. Meningkatkan sirkulasi udara di dalam rumah juga dapat mengurangi risiko munculnya jamur berbahaya, sehingga penting bagi setiap penghuni untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat.