Kilauea, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, mengalami erupsi hebat pada hari Selasa, melepaskan lava setinggi 330 kaki (sekitar 100 meter) ke udara. Peristiwa ini terjadi pada pukul 10:16 waktu setempat dan merupakan erupsi kesembilan sejak aktivitas vulkanik dimulai pada akhir bulan Desember. Lava terlihat menjulang dari ventilasi di dalam kawah gunung, menandakan kekuatan alam yang luar biasa dari gunung berapi yang terletak di dalam Taman Nasional Gunung Berapi Hawaii ini.
Menurut laporan dari U.S. Geological Survey (USGS), erupsi ini diikuti oleh semburan kecil yang sporadis, yang mulai terlihat sejak pagi sebelumnya dan meningkat intensitasnya semalaman. Sekitar setengah jam setelah erupsi dimulai, puncak lava diperkirakan mencapai ketinggian 330 kaki dan mengisi sekitar seperempat dari lantai kawah Halemaʻumaʻu. USGS tidak hanya mengamati fenomena ini, tetapi juga memperingatkan bahwa meskipun saat ini tidak ada ancaman bagi wilayah pemukiman, segala sesuatu bisa berubah tergantung pada kondisi angin dan faktor lingkungan lainnya.
Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang aktivitas Kilauea dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar:
-
Kondisi Eruptif: Wilayah yang mengalami erupsi terlokalisasi di dalam kawah puncak. Kegiatan ini belum menimbulkan ancaman langsung bagi kawasan pemukiman di sekitar gunung berapi.
-
Gas Vulkanik: USGS memperingatkan tentang bahaya gas vulkanik yang dilepaskan, termasuk uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2). Gas-gas ini dapat memiliki dampak jangka panjang terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah hulu, di mana lautan kabut vulkanik, yang dikenal sebagai vog (volcanic smog), dapat terbentuk.
-
Pele’s Hair: Sebuah kekhawatiran tambahan adalah tentang apa yang dikenal sebagai "Pele’s hair", yaitu serat halus berbentuk kaca yang dihasilkan dari aktivitas vulkanik. Serat ini dapat terbang ke kawasan pemukiman dan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.
-
Keberadaan Dewa Vulkanik: Dalam budaya Hawaii, Pele dipandang sebagai dewi gunung berapi dan api. Fenomena erupsi dianggap sebagai tanda kemarahannya, menambah dimensi spiritual pada kejadian alam ini.
- Perhatian Pengunjung: Taman Nasional Gunung Berapi telah mengeluarkan peringatan kepada pengunjung untuk menjauh dari area yang ditutup oleh pihak taman, mengingat bahwa aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
Kilauea bukanlah gunung berapi baru dalam sejarah aktivitas vulkaniknya. Sejak akhir abad ke-19, Kilauea telah mengalami sejumlah erupsi spektakuler. Salah satu yang paling diingat adalah erupsi Kilauea Iki pada tahun 1959, yang mengirim lava ribuan kaki ke udara. Selain itu, erupsi Maunaulu antara 1969 hingga 1974 menghasilkan lebih dari 350 juta meter kubik lava, mengubah bentuk lanskap di Zona Rifte Timur.
Dalam pengamatan terakhir, erupsi terbaru ini menunjukkan sifat gunung berapi yang terus aktif, semua berkat "hot spot" di bawah permukaan yang memberi makan magma ke ventilasi vulkanik. Ketika lempeng Pasifik bergerak di atas hot spot ini, magma diteruskan ke permukaan, menyebabkan erupsi seperti yang kita saksikan sekarang.
Dengan keindahan alam dan potensi bahayanya, aktivitas Kilauea senantiasa menarik perhatian baik dari ilmuwan maupun wisatawan. Polemik antara keindahan alam dan kekuatan destruktif dari gunung berapi ini menggambarkan kompleksitas ekosistem di pulau besar Hawaii. Aktivitas yang sedang berlangsung di Kilauea menjadi pengingat akan kekuatan alam yang tidak dapat diprediksi dan pentingnya menjaga jarak aman serta menghormati kekuatan alam tersebut.