Presiden China Xi Jinping baru-baru ini menggelar pertemuan penting dengan sejumlah pemimpin bisnis swasta, termasuk Jack Ma, pendiri Alibaba. Pertemuan ini berlangsung pada 18 Februari 2025 dan menjadi sorotan publik, bukan hanya karena kehadiran Jack Ma setelah sekian lama tidak tampak di hadapan publik, tetapi juga karena signifikansinya dalam konteks ekonomi China yang sedang berupaya bangkit pasca tekanan dari luar.
Jack Ma, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia bisnis China, sempat menghilang dari perhatian media setelah mengkritik sistem perbankan negara pada Oktober 2020. Kritik tersebut disampaikan saat acara fintech di Shanghai dan memicu kemarahan pemerintah, yang kemudian menangguhkan penawaran umum perdana (IPO) dari Ant Group, perusahaan fintech yang dipimpinnya. Sejak saat itu, Jack Ma jarang muncul di publik dan dikabarkan bersembunyi di luar negeri, termasuk di Jepang, Australia, dan Thailand.
Kembalinya Jack Ma ke China dan kehadirannya dalam pertemuan bersama Xi Jinping menandakan perubahan besar dalam hubungan antara pemerintah dan sektor swasta. Dalam konteks ini, ada beberapa poin penting yang perlu dicatat:
-
Dukungan untuk Sektor Swasta: Pertemuan oleh Xi Jinping ini dipandang sebagai sinyal dukungan Beijing terhadap sektor swasta yang dianggap krusial untuk pemulihan ekonomi. Dalam menghadapi tantangan dari luar, termasuk tekanan dari Amerika Serikat, China mengakui pentingnya inovasi yang berasal dari sektor bisnis swasta.
-
Peran Penting Perusahaan Swasta: Christopher Beddor, Wakil Direktur Riset China di Gavekal Dragonomics, menyatakan bahwa pemerintah tidak punya pilihan selain mendukung perusahaan-perusahaan ini untuk bersaing di arena teknologi global. Dia menggarisbawahi bahwa pertumbuhan sektor swasta di China diperlukan untuk mewujudkan ambisi teknologi negara tersebut.
-
Inovasi dan Teknologi: Xi Jinping mengumpulkan para pemimpin bisnis terkemuka dalam upaya untuk menunjukkan bahwa China memiliki sumber daya dan kemampuan untuk berinovasi meskipun terdapat pembatasan teknologi dari Barat. Inovasi yang dicapai oleh beberapa perusahaan, seperti DeepSeek dan chip Kirin Huawei, menunjukkan bahwa China tidak hanya berencana untuk bersaing, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan solusi teknologi yang kompetitif.
-
Ambisi Ekonomi: Pertemuan ini juga menjadi panggung bagi Xi Jinping untuk menekankan visi jangka panjang China dalam hal ekonomi, di mana dukungan terhadap sektor swasta diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi dan menjawab tantangan global yang ada. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi China dalam persaingan global, di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat konflik geopolitik.
- Kepemimpinan Xi Jinping: Dengan memimpin simposium ini, Xi Jinping menunjukkan pengakuan dari partai atas peran penting yang dimainkan oleh perusahaan swasta dalam mendukung pertumbuhan dan kemajuan teknologi. Hal ini menandakan bahwa pemerintah China siap untuk merangkul dan bekerja sama dengan sektor swasta dalam upaya meningkatkan daya saing di level internasional.
Kehadiran Jack Ma dalam pertemuan ini bukan hanya sekadar simbol kembalinya salah satu tokoh bisnis ternama ke China, tetapi juga mencerminkan perubahan sikap pemerintah yang mulai berpaling dan memberikan ruang bagi sektor swasta untuk tumbuh. Dalam masa-masa sulit ini, langkah-langkah yang diambil oleh Xi Jinping dan pemerintahannya dapat menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa China tetap berada di garis depan dalam perlombaan teknologi global.