Intel dan TSMC Capai Kesepakatan Sementara dalam Produksi Chip

Intel dan TSMC dilaporkan telah mencapai kesepakatan sementara yang berpotensi menghidupkan kembali bisnis foundry Intel yang tengah terpuruk. Menurut laporan dari The Information, kedua perusahaan sepakat untuk membentuk usaha patungan dengan perusahaan semikonduktor AS lainnya yang akan mengoperasikan fasilitas manufaktur semikonduktor milik Intel. Pengumuman ini membawa dampak positif, di mana saham Intel meroket 2,9% setelah berita tersebut beredar.

Dalam kerjasama ini, TSMC diperkirakan akan mengambil 20% kepemilikan di organisasi baru tersebut, sementara Intel dan investor lainnya akan menguasai sisa saham. Sebagai imbalannya, TSMC dilaporkan akan memberikan informasi tentang cara produksi chip mereka serta bantuan pelatihan bagi personel Intel. Hal ini menjadi berita baik bagi Intel, yang sebelumnya menghadapi tantangan besar dalam memproduksi chip.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kesepakatan ini belum final, dan tidak ada jaminan bahwa kerjasama ini akan terwujud. Mantan CEO Intel, Pat Gelsinger, berupaya menjadikan divisi foundry sebagai pabrikan pihak ketiga untuk pelanggan, serupa dengan TSMC. Sayangnya, divisi ini mengalami kerugian operasional yang signifikan, dengan kerugian mencapai $13,4 miliar pada 2024. Intel sendiri mengatakan bahwa mereka tidak berharap bisnis foundry mereka akan kembali ke titik impas hingga 2027.

TSMC, yang merupakan pembuat chip terbesar di dunia, telah berhasil melampaui Intel dalam hal kemampuan manufaktur chip canggih selama bertahun-tahun. Perusahaan ini memproduksi chip untuk rival Intel, seperti AMD dan Nvidia, serta untuk Apple. Keberadaan TSMC di pasar menjadi tantangan tersendiri bagi Intel yang harus bersaing dengan kompetitornya.

Sementara itu, Intel menyatakan bahwa Microsoft dan Amazon akan menggunakan fasilitas dan teknologi foundry-nya untuk memproduksi chip kustom mereka sendiri. Namun, langkah ini belum cukup untuk menutupi kerugian berat yang dialami Intel, di mana sahamnya merosot 50% dalam 12 bulan terakhir akibat penurunan pendapatan kuartalan yang signifikan.

Dari segi politik, kerjasama ini juga digerakkan oleh dorongan dari pemerintahan Trump, yang mendorong kedua perusahaan untuk maju bersama demi memperkuat kapasitas manufaktur chip di AS. Bersama TSMC, Intel berharap untuk mendapatkan dukungan dari salah satu pesaing terbesarnya. Keduanya telah mengumumkan investasi miliaran dolar di AS dan menerima bantuan dari CHIPS Act, meskipun fasilitas yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan chip di negara itu.

Intel, di bawah kepemimpinan CEO baru Lip-Bu Tan, telah menyatakan komitmennya untuk membangun bisnis foundry mereka. Dalam pidato kuncinya di Intel Vision 2025, Tan menekankan pentingnya memenuhi permintaan global yang terus meningkat untuk produksi chip. Ia menjelaskan, “Kita membutuhkan rantai pasokan yang fleksibel, tangguh, dan aman. Foundry Intel memainkan peran penting. Kami akan terus melanjutkan strategi foundry kami untuk memenuhi kebutuhan ini.”

Perkembangan terbaru ini menunjukkan langkah besar bagi Intel, yang tengah menghadapi tantangan besar dalam industri semikonduktor yang sangat kompetitif. Jika kesepakatan dengan TSMC berhasil, hal ini dapat membawa dampak signifikan bagi industri chip AS secara keseluruhan, dan membantu Intel dalam memperbaiki posisinya di pasar global.

Berita Terkait

Back to top button