Mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schröder, yang mengundurkan diri dari perhatian publik karena kritik tajam terkait hubungan dekatnya dengan Rusia, kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat sindrom burnout. Surat kabar berita Jerman, dpa, melaporkan bahwa Schröder, yang berusia 80 tahun dan menjabat sebagai Kanselir Jerman dari tahun 1998 hingga 2005, mengalami kelelahan yang parah dan kekurangan energi yang signifikan.
Baca juga: Risiko Kesehatan Mental di Kalangan Pejabat Publik
Schröder, yang juga merupakan pemimpin Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD) dari tahun 1999 hingga 2004, telah terjerat dalam kontroversi akibat posisinya yang pro-Rusia, termasuk keterlibatannya dengan perusahaan energi milik negara Rusia. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, ia menghadapi tekanan untuk menjauh dari Presiden Vladimir Putin, yang merupakan teman lama Schröder. Sikap skeptis Schröder terhadap pemisahannya dari Kremlin telah memicu ketidakpuasan di kalangan banyak politisi di Jerman.
Pada Selasa lalu, dpa mengutip penilaian dokter yang menyatakan bahwa Schröder “menderita sindrom burnout yang parah dengan tanda-tanda khas kelelahan mendalam dan kekurangan energi yang mencolok.” Pengacara Schröder, Hans-Peter Huber, menyatakan bahwa mantan kanselir tersebut pergi untuk perawatan klinis berdasarkan saran dokter.
Penting untuk dicatat bahwa Schröder juga diminta untuk hadir dalam sesi penyidikan parlemen terkait pembangunan pipa gas Nord Stream 2, yang ia pimpin. Namun, ia tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Proyek pipa Nord Stream 2, yang ditujukan untuk mengalirkan gas dari Rusia ke Jerman, tidak pernah beroperasi dan bahkan mengalami kerusakan akibat ledakan bawah air di Laut Baltik pada September 2022.
Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai kondisi dan latar belakang Gerhard Schröder:
-
Kritik terhadap Hubungan dengan Rusia: Schröder kerap dikritik karena hubungan dekatnya dengan Rusia dan perusahaan energi negara yang, di mata banyak pihak, memberi dampak negatif terhadap kebijakan luar negeri Jerman.
-
Persepsi Publik: Banyak warga Jerman merasa kecewa dengan cara Schröder mempertahankan posisinya meski di tengah situasi geopolitik yang rumit, termasuk invasi yang mengejutkan ke Ukraina.
-
Kesehatan Mental di Kalangan Pejabat: Isu kesehatan mental menjadi isu yang semakin diperhatikan di kalangan pejabat publik. Kasus Schröder mencerminkan tekanan yang dihadapi oleh individu yang pernah berada di posisi puncak kekuasaan.
- Dampak Pipa Nord Stream 2: Kerusakan pada proyek pipa ini tidak hanya berdampak pada strategi energi Eropa tetapi juga pada posisinya di kancah politik internasional.
Dengan perawatan yang sedang dijalani Schröder, banyak yang berharap bahwa ia dapat memulihkan dirinya dari kondisi yang mengkhawatirkan ini. Di tengah sorotan dan kontroversi yang terus mengelilinginya, situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya mendukung kesehatan mental, terutama bagi individu yang berperan penting dalam tatanan politik global. Perkembangan lebih lanjut mengenai kesehatan Schröder dan situasi politik yang berkaitan dengan hubungan Jerman-Rusia pasti akan diperhatikan oleh publik dan analis politik.