
Pemerintah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump, mengambil langkah signifikan dalam industri logam dengan perintah untuk menyelidiki kemungkinan penetapan tarif pada impor tembaga. Tindakan ini berfokus untuk mengembalikan kapasitas produksi tembaga di dalam negeri, yang sangat penting bagi berbagai sektor seperti kendaraan listrik, perangkat keras militer, semikonduktor, serta sejumlah barang konsumen sehari-hari. Menurut pejabat Gedung Putih, penyelidikan ini akan mencakup berbagai jenis tembaga, termasuk tembaga mentah yang ditambang, konsentrat tembaga, paduan tembaga, tembaga bekas, dan produk turunan yang dibuat dari logam ini.
Data menunjukkan bahwa Amerika Serikat hanya memproduksi lebih dari setengah tembaga rafinasi yang dibutuhkan setiap tahun. Dengan meningkatnya ketergantungan pada tembaga untuk mengatasi transisi energi dan penempatan infrastruktur modern, seperti kendaraan listrik dan teknologi hijau, negara ini menghadapi tantangan dalam memastikan pasokan yang stabil dari sumber yang dapat diandalkan.
Negara-negara yang menjadi penghasil utama tembaga untuk Amerika Serikat meliputi:
Chile – Sebagai produsen tembaga terbesar di dunia, Chile berkontribusi signifikan terhadap impor tembaga AS. Tembaga dari Chili dikenal berkualitas tinggi dan menjadi salah satu sumber utama bagi industri di Amerika.
Peru – Peru menempati urutan kedua sebagai produsen tembaga terbesar dan juga merupakan pilar penting dalam penyediaan tembaga untuk Amerika Serikat. Dengan adanya proyek pertambangan baru, negara ini berpotensi meningkatkan produksinya lebih jauh.
Meksiko – Meksiko menyediakan, baik tembaga mentah maupun tembaga terdaftar, dan sering kali berperan sebagai mitra dagang yang strategis bagi Amerika Serikat.
Australia – Negara ini merupakan salah satu produsen terbesar tembaga di kawasan Asia-Pasifik dan berpotensi menjadi sumber alternatif yang penting bagi AS.
- Kanada – Selain menjadi tetangga terdekat, Kanada juga turut berkontribusi terhadap pasokan tembaga dengan memiliki beberapa tambang yang produktif.
Sebagian besar tembaga yang digunakan di AS berfungsi untuk membuat komponen yang kritis, seperti kabel, pipa, dan alat elektronik. Dengan meningkatnya permintaan untuk kendaraan listrik, yang memerlukan lebih banyak tembaga untuk baterai dan motor listrik, industri ini berada di jalur untuk pertumbuhan yang substansial. Akibatnya, perhatian yang lebih besar pada pasokan tembaga domestik menjadi hal yang sangat penting.
Pada tahun 2021, angka impor tembaga ke Amerika Serikat menunjukkan tren meningkat. Hal ini menciptakan kekhawatiran bahwa ketergantungan yang semakin besar pada impor dapat membuat pasar terpapar risiko yang lebih tinggi, seperti fluktuasi harga dan kebijakan perdagangan internasional. Dalam analisis yang lebih dalam, keberlangsungan pasokan tembaga menjadi kunci bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri energi terbarukan dan teknologi.
Proyek-proyek ambisius seperti pembangunan infrastruktur hijau oleh pemerintah AS berpotensi meningkatkan konsumsi tembaga lebih lanjut. Mendidik konsumen tentang pentingnya transisi energi yang berkelanjutan dan bagaimana tembaga berperan di dalamnya menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Kementerian Perdagangan AS dan lembaga lain akan berusaha mengevaluasi dampak dari kebijakan ini terhadap sektor industri dan ekonomi secara keseluruhan. Dalam situasi yang dinamis ini, penting bagi industri untuk tidak hanya bergantung pada pasokan luar negeri, tetapi juga memanfaatkan sumber daya dalam negeri dan meningkatkan kapasitas produksi tembaga lokal.
Melalui investigasi ini, pemerintah berharap dapat menyusun rencana yang efektif untuk memastikan ketersediaan pasokan tembaga yang dapat mendukung kebutuhan industri dan teknologi masa depan, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional.