Internasional

Duta Besar Rusia: Xi Jinping Hadiri Parade Kemenangan WWII di Moskow

Duta Besar Rusia untuk China, Igor Morgulov, mengungkapkan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah menerima undangan untuk hadir dalam parade militer di Moskow pada 9 Mei mendatang. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Eropa. Pengumuman ini menegaskan hubungan erat antara kedua negara di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

Selain menghadiri parade di Moskow, Morgulov juga menyatakan bahwa Xi Jinping telah mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk merayakan peringatan 80 tahun kemenangan Tiongkok atas penjajah Jepang pada bulan September mendatang. Informasi tersebut disampaikan dalam wawancara dengan saluran televisi Rusia, Russia-24.

Kantor Press Kremlin, melalui juru bicaranya Dmitry Peskov, telah mengonfirmasi bahwa kunjungan timbal balik tersebut sedang disiapkan. Meskipun demikian, Beijing tidak segera mengonfirmasi partisipasi Xi dalam acara tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun dua negara memiliki hubungan yang kuat, terkadang informasi terkait kunjungan resmi baru dirilis mendekati waktu pelaksanaannya.

Kementerian Luar Negeri China juga memberikan pernyataan mengenai hubungan kedua negara. Jurubicara kementerian tersebut, Guo Jiakun, menekankan bahwa Rusia dan China terus menjaga kontak erat di semua tingkat. Ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara kedua negara ini di berbagai sektor, baik politik maupun ekonomi.

Setiap tahun, Rusia memperingati tanggal 9 Mei sebagai hari kemenangan atas Jerman dalam Perang Dunia II. Tradisi ini termasuk di dalamnya parade militer yang digelar di Lapangan Merah, Moskow. Namun, tahun ini, sebagian besar kepala negara dari negara-negara Barat memilih untuk tidak hadir dalam peringatan tersebut akibat perang yang sedang berlangsung di Ukraina, yang melibatkan Rusia sebagai pihak berperang.

China, meskipun berada dalam posisi netral mengenai konflik Ukraina, tidak pernah mengkritik Rusia terkait dengan invasi tersebut. Justru, Beijing telah memperluas hubungan perdagangan dengan Moskow secara substansial, terutama di tengah sanksi yang dikenakan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia. Dukungan diplomatik dan ekonomi China dianggap penting bagi kemampuan Rusia untuk terus menjalankan agresi militernya di Ukraina.

Hubungan antara Rusia dan China sepertinya semakin menguat di tengah konteks global yang penuh dengan ketegangan. Agenda bersama dalam menghadapi tantangan internasional dan memperkuat kerjasama bilateral dapat menjadi gambaran nyata dari hubungan strategis yang dibangun kedua negara.

Beberapa poin penting terkait hubungan Rusia dan China, serta undangan Xi Jinping untuk menghadiri parade militer di Moskow adalah sebagai berikut:

  1. Peringatan Sejarah Bersama: Kedua negara merayakan kemenangan dalam perang di masa lalu dan memperlihatkan solidaritas melalui perayaan bersama.

  2. Pelaksanaan Kunjungan Resmi: Duta Besar Morgulov dan Peskov mengonfirmasi bahwa kunjungan saling akan terjadi, menandakan hubungan resmi yang dekat.

  3. Kedekatan di Tengah Ketegangan Global: Hubungan yang semakin erat terjalin di tengah ketegangan yang dihadapi oleh kedua negara dari negara-negara Barat.

  4. Perluasan Hubungan Ekonomi: Meskipun tekanan sanksi, kerja sama ekonomi antara Rusia dan China terus berkembang.

  5. Netralitas dalam Konfrontasi: Meski netral terkait operasi militer, tidak adanya kritik terhadap Rusia menunjukkan dukungan implisit yang kuat dari Tiongkok.

Rencana kehadiran Xi Jinping di Moskow dapat diartikan sebagai langkah strategis dalam memperkuat aliansi antara dua kekuatan besar dunia di tengah dinamika politik internasional yang terus berubah.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button