
Dukungan terhadap mata uang kripto yang terkait dengan mantan Presiden Donald Trump kini mengalami keterpurukan yang signifikan. Dalam kurun waktu satu bulan, pendukung Trump telah kehilangan lebih dari $12 miliar (sekitar £9,5 miliar) setelah nilai mata uang kripto yang dikenal sebagai $Trump menyusut drastis. Mata uang ini, yang diluncurkan pada 17 Januari, tiga hari sebelum pelantikan Trump, meraih puncaknya pada 19 Januari dengan nilai pasar mencapai $15 miliar. Namun, seiring dengan keruntuhan nilai, kini total nilai pasar mata uang ini jatuh ke $2,7 miliar.
Keruntuhan nilai ini disebabkan oleh penurunan minat masyarakat serta adanya hilangnya momentum dalam pasar kripto yang lebih luas. Dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin sebagai salah satu cryptocurrency terbesar juga kehilangan sekitar sepertiga nilainya sejak mencapai rekor tertingginya pada hari pelantikan Trump. Ironisnya, minat publik terhadap proyek $Trump ini menyusut bersamaan dengan penurunan karakteristik pasar secara umum.
Para investor, yang awalnya bersemangat dalam mendukung mata uang ini, kini terjebak dalam keputusan investasi yang merugikan. Mereka berinvestasi besar-besaran dalam $Trump, baik sebagai bentuk dukungan politik maupun sebagai spekulasi bahwa nilai token tersebut akan meroket. Meski demikian, hingga saat ini banyak yang merasa kecewa dengan kurangnya kemajuan, terutama setelah Trump tidak berhasil mengubah mata uang ini menjadi cadangan Bitcoin yang strategis.
Daftar kerugian ini semakin panjang dengan kerugian yang dialami oleh Trump sendiri, dengan nilai aset kriptonya diperkirakan turun hingga $50 miliar. Meskipun kerugian ini belum dicairkan, ini mencerminkan dampak negatif bagi para pendukung yang percaya pada mata uang kripto yang terkait dengan Trump.
Dalam situasi yang lebih sulit, sebuah mata uang meme resmi yang didukung oleh Melania Trump, istri dari mantan presiden, bahkan mengalami penurunan yang lebih dramatis, mencapai 94% sejak diluncurkan pada 20 Januari. Diketahui bahwa para investor tidak hanya mempertaruhkan uang, tetapi juga kepercayaan mereka terhadap kemampuan Trump untuk menjaga nilai investasi tersebut.
Sementara itu, para penegak hukum Demokrat di AS berusaha menargetkan usaha kripto yang terkait dengan Trump. Rencana legislasi baru, yang dikenal sebagai Modern Emoluments and Malfeasance Enforcement (Meme) Act, sedang dibahas untuk mencegah pejabat pemerintah senior dan keluarga mereka dari meluncurkan token meme. Congressman Sam Liccardo mengungkapkan, “Penerbitan koin meme oleh keluarga Trump secara finansial mengeksploitasi publik untuk keuntungan pribadi dan mengangkat isu perdagangan orang dalam serta pengaruh asing terhadap cabang eksekutif.”
Undang-undang ini dirancang untuk mencakup presiden, wakil presiden, anggota kongres, dan pejabat Gedung Putih serta anggota keluarga mereka. Larangan ini bisa menjadi langkah penting dalam mengatur sektor kripto yang dinamis dan sering kali tidak terawasi.
Dalam konteks yang lebih luas, banyak influencer daring baru-baru ini meluncurkan berbagai koin meme, berupaya memanfaatkan ketenaran mereka yang sering kali bersifat sementara. Nyatanya, banyak dari koin ini mengalami keruntuhan setelah lonjakan nilai awal. Meskipun pendukung mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum melihat ini sebagai cara untuk merevolusi sistem pembayaran dan keuangan, koin meme biasanya dianggap sebagai sarana untuk menunjukkan dukungan terhadap tokoh tertentu atau sekadar bentuk perjudian.
Keberhasilan atau kegagalan dari proyek $Trump dikaitkan dengan narasi yang lebih besar tentang cryptocurrency dan reputasi individu tersebut. Hal ini menciptakan ketidakpastian dan mungkin menjadi pelajaran berharga bagi pendukung investasi kripto yang terlibat dalam pasar yang tidak menentu ini.