Aplikasi asisten AI bernama DeepSeek yang berasal dari startup China baru-baru ini memunculkan harapan baru bagi perkembangan industri kecerdasan buatan di Indonesia. DeepSeek telah sukses menyalip platform terkenal lainnya, termasuk ChatGPT, dan meraih posisi tertinggi sebagai aplikasi gratis di App Store Apple di Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa inovasi dalam teknologi AI tidak terbatas pada negara-negara besar, tetapi juga memberikan peluang bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), menilai kehadiran DeepSeek bisa menjadi titik balik bagi industri teknologi Indonesia. “Hadirnya DeepSeek mampu menjulang di antara platform AI global lainnya,” ujarnya. Huda berpendapat bahwa kemampuan DeepSeek untuk tetap berkompetisi di panggung dunia dapat memberi inspirasi bagi pelaku industri dalam negeri bahwa modal kecil tidak menjadi penghalang untuk berinovasi.
Berikut beberapa poin penting mengenai potensi DeepSeek untuk industri AI di Indonesia:
Model AI yang dapat dikembangkan: DeepSeek membawa model AI yang open source, yang memungkinkan pengembang dan pengguna di Indonesia untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan memperbaiki model yang ada. Ini membuka peluang besar bagi inovasi lokal dan pengembangan produk-frasa yang lebih spesifik untuk kebutuhan pasar domestik.
Modal rendah: Dengan sistem yang menyediakan akses ke model open source, pengembang dalam negeri dapat memanfaatkan DeepSeek tanpa perlu investasi besar. Ini sangat menarik bagi startup yang ingin memasuki ranah AI tetapi terkendala oleh biaya yang tinggi.
Peluang untuk pengembangan lebih lanjut: Huda mencatat bahwa industri AI di Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh. Ia mendorong agar AI tidak hanya digunakan untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk aplikasi yang lebih luas seperti pendidikan, kesehatan, dan sektor publik.
- Inovasi berkelanjutan: Dengan platform seperti DeepSeek, para pengembang lokal berkesempatan untuk berinovasi dan mungkin menciptakan solusi yang lebih efisien atau relevan untuk tantangan yang dihadapi masyarakat dan ekonomi Indonesia.
DeepSeek, yang didukung oleh model AI DeepSeek-V3, telah menarik perhatian besar oleh pengguna di Amerika Serikat sejak perilisannya pada 10 Januari 2025, sebagaimana dilaporkan oleh firma riset aplikasi Sensor Tower. Model AI ini tidak hanya mengungguli banyak aplikasi lainnya tetapi juga menciptakan tantangan bagi model-model dari perusahaan-perusahaan besar di negara-negara maju.
Kehadiran DeepSeek juga menandai perubahan dalam dinamika pasar AI global, di mana anggapan bahwa Amerika Serikat mendominasi pengembangan teknologi mulai goyah. Model-model sumber terbuka dari DeepSeek menunjukkan bahwa inovasi dapat datang dari mana saja, dan dengan demikian membuka pintu bagi lebih banyak kolaborasi antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam pengembangan teknologi.
Seiring dengan potensi dan peluang yang dibawa oleh DeepSeek, ada harapan bahwa industri AI di Indonesia akan berkembang dengan pesat. Para pengembang dan institusi pendidikan dapat mengeksplorasi berbagai aplikasi AI yang tidak hanya sebatas bisnis, tetapi juga berdampak sosial yang lebih luas.
Ketika melihat ke depan, kehadiran DeepSeek dapat berfungsi sebagai katalisator untuk pengembangan yang lebih baik dalam industri AI Indonesia. Dapat diharapkan bagi setiap langkah yang diambil oleh para pegiat teknologi di Tanah Air untuk memanfaatkan platform ini sebagai alat untuk mewujudkan inovasi yang lebih membutuhkan perhatian dan dukungan. Akhirnya, transformasi digital dalam konteks yang lebih luas akan mendorong Indonesia untuk bersaing di kancah global dalam bidang kecerdasan buatan.