Literasi

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang: Panduan Lengkap!

Dalam dunia bisnis, laporan keuangan menjadi bagian penting yang menggambarkan keadaan finansial sebuah perusahaan. Untuk perusahaan dagang, laporan keuangan ini sangat vital karena mencerminkan aktivitas perdagangan yang dilakukannya. Artikel ini akan menjelaskan contoh laporan keuangan perusahaan dagang, termasuk pengertian perusahaan dagang, jenis laporan keuangan yang diperlukan, serta contoh konkret dari laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

Pengertian Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah entitas yang bergerak dalam bidang perdagangan barang tanpa merubah bentuk produk tersebut. Aktivitas utama perusahaan ini adalah membeli dan menjual barang untuk meraih keuntungan. Contoh jenis perusahaan dagang antara lain perusahaan yang menjual barang mentah, barang jadi, wholesaler, retailer, dan perantara.

Akun Perusahaan Dagang dalam Laporan Keuangan

Dalam sebuah laporan keuangan perusahaan dagang, terdapat beberapa akun yang perlu dicatat dengan baik, yaitu:

  • Akun Pembelian: Mencatat transaksi pembelian barang baik tunai maupun kredit.
  • Akun Potongan Pembelian: Menyimpan catatan potongan yang diberikan oleh penjual.
  • Akun Retur Pembelian: Mencatat pengembalian barang yang rusak atau tidak sesuai.
  • Akun Beban Angkut Pembelian: Untuk mencatat biaya angkut barang yang dibeli.
  • Akun Penjualan: Mencatat semua transaksi penjualan, baik tunai maupun kredit.
  • Akun Persediaan Barang Dagangan: Mencatat nilai persediaan untuk periode tertentu.

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Kinerja sebuah perusahaan dagang dapat dilihat dari beberapa jenis laporan keuangan, seperti:

  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Arus Kas
  • Laporan Persediaan
  • Laporan Neraca
  • Laporan Utang
  • Laporan Piutang

Penting bagi perusahaan untuk menyusun laporan keuangan secara akurat agar dapat membuat keputusan yang tepat berdasarkan data yang tersedia.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini menunjukkan pendapatan yang dihasilkan serta biaya yang dikeluarkan.

Contoh Laporan Laba Rugi

Berikut adalah contoh laporan laba rugi untuk PT ABC JAYA ABADI per 31 Desember 2021:

I. PENJUALAN BERSIH

  • Penjualan: Rp 60.000.000
  • Retur Penjualan dan Potongan Harga: Rp 3.500.000
  • Penjualan Bersih: Rp 56.500.000

II. HARGA POKOK PENJUALAN

  • Persediaan Barang Jadi (Awal): Rp 30.000.000
  • Harga Pokok Produksi: Rp 10.000.000
  • Barang Tersedia Untuk Dijual: Rp 40.000.000
  • Persediaan Barang Jadi (Akhir): Rp 15.000.000
  • Harga Pokok Penjualan: Rp 25.000.000

III. BIAYA OPERASIONAL

  • a) BIAYA PENJUALAN:
  • Total Biaya Penjualan: Rp 6.000.000
  • LABA USAHA BERSIH: Rp 25.300.000

Laporan Neraca

Neraca adalah laporan yang mencakup harta, utang, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode tertentu. Berikut adalah contoh sederhana dari laporan neraca:

  • Total Aktiva: Rp 261.560.000
  • Total Utang: Rp 50.360.000
  • Total Modal: Rp 211.200.000

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukkan aliran kas masuk dan keluar yang dikategorikan dalam tiga aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan. Laporan ini penting untuk mengukur likuiditas perusahaan.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Berikut adalah contoh laporan arus kas untuk PT ABC 123 per 31 Desember 2021:

  • Arus Kas Dari Operasional:
  • Kas yang diterima dari pelanggan: Rp 30.000.000
  • Kas untuk membayar biaya operasi: Rp 3.700.000
  • Kas untuk membeli persediaan: Rp 5.000.000
  • Aliran Kas Bersih Dari Kegiatan Operasi: Rp 17.800.000

Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Berikut adalah contoh laporan arus kas metode tidak langsung:

Arus kas dari operasional:

  • Laba bersih: Rp 30.000.000
  • Ditambah: Penurunan persediaan: Rp 7.000.000
  • Aliran Kas Bersih Dari Kegiatan Operasi: Rp 31.500.000

Bagaimana Cara Pembuatan Laporan Keuangan

Untuk membuat laporan keuangan yang baik, penting untuk memperhatikan beberapa hal seperti akurasi data, pemilihan format yang tepat, serta kejelasan dalam penyajian informasi. Proses ini sering kali melibatkan perangkat lunak akuntansi yang dapat membantu dalam pencatatan dan penyusunan laporan yang lebih sistematis.

Dengan memahami semua aspek yang terkait dengan laporan keuangan perusahaan dagang, pemilik dan pengelola perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik, memonitor kinerja keuangan, serta merencanakan strategi bisnis ke depan. Pemahaman yang baik tentang laporan laba rugi, neraca, dan arus kas akan menjadi modal utama untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis yang dikelola.

Spada adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button