China sedang bersiap untuk meluncurkan armada kereta khusus bernama “silver trains”, yang dirancang khusus untuk kenyamanan dan keamanan para lansia. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong populasi yang semakin menua di negara tersebut agar lebih banyak bepergian dan menghabiskan uang, di tengah tantangan penurunan demografis dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan.
Kereta-kereta ini akan dilengkapi dengan tempat tidur yang disesuaikan untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada para penumpang lansia. Fasilitas lainnya yang ditawarkan mencakup pegangan tangan, botol oksigen, serta tombol darurat untuk situasi mendesak. Di dalam kereta juga akan ada pengasuh dan tenaga medis profesional yang dapat memberikan perawatan terbatas serta meresepkan obat-obatan darurat.
Rencana untuk mengembangkan jaringan kereta silver di seluruh negara direncanakan akan selesai pada tahun 2027, sebagaimana diungkapkan oleh kementerian perdagangan dan pariwisata China serta departemen pemerintah lainnya. Dalam laporan media, disebutkan bahwa jaringan rel kereta yang luas di China telah mengangkut lebih dari empat miliar penumpang pada tahun lalu, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan operator kereta nasional AS, Amtrak, yang hanya melayani 32,8 juta pelanggan pada tahun fiskal terakhirnya.
Sebagai bagian dari rencana kereta silver ini, para pejabat China juga mendorong tempat-tempat wisata populer untuk meningkatkan fasilitas mereka agar lebih mudah diakses oleh para pengunjung lansia. Mereka juga mengajak merek makanan dan kelompok pertunjukan untuk menawarkan layanan mereka di kereta baru ini. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk “mempromosikan konsumsi layanan,” yang menjadi tantangan di tengah generasi muda yang menghadapi ketidakpastian pekerjaan dan penurunan sektor properti.
Dalam beberapa dekade terakhir, pekerja di China sering kali menyelesaikan masa kerja mereka pada usia yang relatif muda, yaitu 60 tahun untuk laki-laki dan bahkan 50 tahun untuk perempuan. Namun, tahun lalu pemerintah mengumumkan rencana untuk memperpanjang usia pensiun tersebut. “Para lansia, terutama yang sudah pensiun, memiliki banyak waktu dan sumber daya finansial untuk bepergian,” ungkap Zhang Lingyun, profesor dan pemimpin redaksi Tourism Tribune, seperti dikutip media Global Times.
Berdasarkan data, populasi lansia di China terus meningkat, dengan mereka yang berusia di atas 60 tahun menyumbang 22% dari total populasi pada tahun lalu. Sementara itu, jumlah populasi kerja, yang didefinisikan sebagai mereka yang berusia antara 16 hingga 59 tahun, telah mengalami penurunan. Saat ini, China memiliki 1.860 kereta wisata di seluruh negeri. Mayoritas pelanggan kereta merupakan wisatawan berusia menengah dan tua, yang menyumbang 80% dari penjualan tiket.
Beberapa perusahaan kereta juga telah mulai menargetkan penumpang berusia lanjut. Sebuah kereta yang baru-baru ini berangkat dari Chengdu untuk perjalanan wisata selama lima hari menawarkan pertunjukan lagu rakyat China serta bian lian, sebuah seni opera tradisional yang melibatkan perubahan topeng secara cepat sesuai dengan irama musik. Kereta tersebut juga dilengkapi dengan ruang karaoke, ruang catur, dan area baca, menawarkan pengalaman baru bagi para lansia.
Li Guangfu, seorang penumpang, mengungkapkan, “Dibandingkan dengan kereta lain, kereta ini jauh lebih maju dalam setiap aspek. Ini dilengkapi dengan pramugari, staf medis, dan gerbong makan. Segalanya ada di sini.” Inisiatif kereta silver diharapkan dapat mengubah wajah pariwisata dalam negeri di China, dan mendorong para lansia untuk menjelajahi lebih banyak tempat sambil menikmati kenyamanan dan keamanan sesuai kebutuhan mereka.