CEO ‘Terpukul’, Pesawat Mini Siap Luncurkan Misi Antariksa Unik!

AstroForge, sebuah startup ambisius yang didirikan pada tahun 2022 oleh CEO Matt Gialich, bersiap meluncurkan misi luar angkasa yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan spacecraft kecil bernama Odin. Misi ini bertujuan untuk melakukan pengamatan terhadap asteroid dan mencari logam berharga seperti platinum. Proyek revolusioner ini, meski diwarnai rasa ketakutan dari Gialich, menjadi sorotan utama dalam industri luar angkasa yang kian berkembang.

Penerbangan Odin direncanakan berlangsung pada 26 Februari 2024, menggunakan roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Kennedy Space Center NASA di Florida. Meskipun proyek ini terdengar menggiurkan, Gialich tidak menyembunyikan bahwa ia merasa tertekan dan “sangat ketakutan” menghadapi misi ini. “Saya sangat takut. Itu adalah kebenaran yang jujur,” ungkap Gialich dalam sebuah wawancara video awal bulan ini. Namun, rasa takut ini, menurutnya, merupakan bagian dari pekerjaan yang penting untuk diterima saat perusahaan bersiap meluncurkan spacecraft robotiknya.

Odin, yang berukuran sekitar unit pendingin udara jendela, merupakan hasil pengembangan dalam waktu sepuluh bulan, yang terbilang sangat cepat untuk proyek aerospace. Seth Gialich menegaskan, para anggota tim AstroForge harus menyadari bahwa ketakutan merupakan sinyal bahwa mereka beroperasi di batas kemampuan. Ia percaya, “Jika kalian tidak merasa takut saat peluncuran, berarti kita terlalu lambat.”

Misi ini ingin menjelajahi asteroid 2022 OB5, yang diperkirakan akan berada sekitar 403.000 mil dari Bumi pada tahun depan. Odin akan membawa kamera optik untuk mengambil gambar dan mentransmisikannya kepada tim misi. Jika berhasil, misi berikutnya mungkin berfokus pada ekstraksi dan pemurnian platinum yang akan dibawa kembali ke Bumi, di mana logam ini sangat berharga dan banyak digunakan dalam berbagai industri, termasuk elektronik dan farmasi.

AstroForge tetap optimis menghadapi tantangan besar. “Sangat sulit bagi perusahaan ini untuk sukses,” jelas Gialich, menekankan bahwa ia bekerja setiap hari untuk membuat proses ini sedikit lebih mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, dua perusahaan aerospace lainnya yang juga berusaha dalam penambangan asteroid telah merugi, menunjukkan betapa sulitnya mencapai tujuan tersebut.

Di sisi lain, Gialich yakin bahwa bahkan jika AstroForge gagal, usaha mereka tetap berkontribusi positif terhadap perkembangan industri luar angkasa. “Saya berharap kita bisa mendorong kemajuan meskipun mungkin kita gagal sebagai perusahaan,” ujarnya. Gialich beranggapan bahwa usaha ini dapat memotivasi sektor swasta untuk berinvestasi lebih banyak dalam eksplorasi luar angkasa dan menurunkan biaya perjalanan luar angkasa di masa depan.

Namun, sebagian kalangan ilmiah mengungkapkan keprihatinannya mengenai rencana AstroForge, terutama terkait dengan transparansi tujuan pencarian asteroid. Setelah mendapatkan kritikan, perusahaan akhirnya menyebutkan bahwa mereka menargetkan asteroid 2022 OB5. Beberapa ahli astronomi menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan ilmiah untuk menghindari masalah yang berkaitan dengan penemuan objek luar angkasa.

Pembiayaan untuk misi ini menjadi sorotan lain, di mana biaya untuk misi flyby ini diperkirakan kurang dari $7 juta—jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan misi luar angkasa yang didanai oleh pemerintah, seperti misi NASA OSIRIS-REx yang menghabiskan lebih dari $770 juta untuk membawa kembali 122 gram sampel asteroid. AstroForge berhasil mengumpulkan sekitar $60 juta dalam investasi sejauh ini, angka yang belum cukup untuk memungkinkan peluncuran sebelumnya, namun mencerminkan potensi perkembangan industri luar angkasa gagasan swasta.

Meskipun ada tantangan besar yang harus dihadapi, visi untuk berhasilnya penambangan asteroid tetap menjadi harapan. Perusahaan ini berada di garis depan untuk menciptakan model bisnis baru dalam eksplorasi luar angkasa dan menjadikan sumber daya yang ada di luar angkasa bisa dimanfaatkan dengan lebih berkelanjutan. Melalui peluncuran ini, AstroForge berpotensi untuk melampaui pencapaian perusahaan lain yang memiliki tujuan serupa, dan menjadi perintis bagi masa depan penambangan luar angkasa yang lebih luas.

Exit mobile version