Bisnis

Bybit Alami Lebih dari $4 Miliar ‘Bank Run’ Pasca Peretasan Besar!

Bybit, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, mengalami kekacauan besar setelah terjadi peretasan yang hampir mencapai $1,5 miliar, yang diyakini dilakukan oleh kelompok peretas dari Korea Utara, Lazarus Group. Insiden ini memaksa bursa tersebut menghadapi penarikan besar-besaran dana yang dikenal sebagai “bank run,” dengan total penarikan lebih dari $5,5 miliar, setara dengan sekitar 50% total aset yang dimiliki.

Menurut data dari DeFiLlama, total aset yang terdampak di dompet yang terkait dengan Bybit merosot drastis dari sekitar $16,9 miliar menjadi $11,2 miliar. Menanggapi situasi ini, CEO Bybit, Ben Zhou, mengupayakan semua tim untuk bekerja sama dalam memproses permintaan penarikan dan menjawab pertanyaan dari pelanggan.

Dalam sesi diskusi di platform X, Zhou mengungkapkan bahwa peretasan tersebut mengakibatkan hilangnya sekitar 70% dari ether yang dimiliki nasabah. Hal ini mendorong Bybit untuk segera mencari pinjaman guna memfasilitasi penarikan. Meski demikian, Zhou mengungkapkan bahwa token yang paling banyak ditarik bukanlah ether, tetapi stablecoin.

Meskipun bursa tersebut memiliki cadangan untuk memenuhi permintaan penarikan, situasi semakin rumit ketika Safe, protokol penyimpanan terdesentralisasi yang terintegrasi dengan beberapa bursa, memutuskan untuk menghentikan sementara fungsi dompet pintar mereka. Keputusan ini diambil untuk memastikan keamanan platform akibat kerentanan yang terjadi. Safe juga menyampaikan bahwa mereka belum menemukan bukti bahwa sistem mereka telah dilanggar, tetapi tetap mengambil langkah untuk menutup beberapa fungsionalitas demi kehati-hatian.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi yang dialami Bybit:

1. Total Penarikan: Setelah peretasan, Bybit menghadapi permintaan penarikan yang melonjak hingga $3 miliar dalam waktu singkat.
2. Penanganan Penarikan: Zhou memerintahkan tim keamanan untuk berkolaborasi dengan Safe guna menemukan solusi untuk mengeluarkan dana, dan mereka mengembangkan perangkat lunak baru untuk memverifikasi tanda tangan secara manual.
3. Respon Darurat: Tim oleh Bybit terpaksa bekerja sepanjang malam untuk memproses penarikan, mengatasi gelombang permintaan dari pengguna.
4. Kerjasama dengan Otoritas: Setelah peretasan, Bybit telah melibatkan pihak berwenang, dengan otoritas Singapura mengambil isu ini dengan sangat serius.

Dengan semua langkah yang diambil, Zhou juga menegaskan bahwa Bybit telah memindahkan sejumlah dana dari dompet dingin Safe dan kini sedang mencari sistem alternatif untuk menyimpan dana nasabah. Dalam upaya memulihkan dana yang hilang, Bybit bekerja sama dengan perusahaan analisis blockchain, termasuk Chainalysis.

Dalam menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan melakukan “rollback” pada blockchain Ethereum untuk memulihkan dana yang hilang, Zhou menyatakan bahwa meskipun beberapa pihak di industri telah mendorong ide tersebut, hal ini memerlukan konsensus dari komunitas dan bisa menyebabkan perpecahan yang kontroversial di antara pendukung jaringan Ethereum.

Mengenai penyebab pasti peretasan ini, Zhou menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa laptop perusahaan telah dirusak, dan langkah-langkah penyelidikan terhadap transaksi yang mencurigakan masih berlangsung. Mereka menduga permasalahan mungkin terletak pada dompet dingin dari Safe, tetapi penyebab spesifiknya tetap belum terungkap.

Sementara Bybit berusaha pulih dari dampak peretasan yang merugikan ini, fokus utama mereka adalah untuk memastikan keamanan dana nasabah dan mengembalikan kepercayaan pengguna terhadap platform. Upaya dan strategi yang diimplementasikan oleh Bybit selama krisis ini akan menjadi indikator penting tentang kemampuan mereka untuk pulih di era yang semakin kompleks dan penuh risiko bagi industri cryptocurrency.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button