
Beberapa bank besar di Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk memasuki layanan cryptocurrency, menurut laporan dari The Information yang mengutip sumber-sumber yang akrab dengan situasi tersebut. Langkah ini muncul di tengah pelonggaran regulasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Trump, yang dipandang sebagai peluang bagi lembaga keuangan untuk memanfaatkan permintaan yang terus meningkat terhadap aset digital.
Bank-bank besar seperti State Street dan Bank of New York Mellon (BNY) berkomitmen untuk mengembangkan layanan yang berkaitan dengan cryptocurrency. State Street, misalnya, merencanakan peluncuran layanan penitipan aset digital pada tahun depan. Ini akan memungkinkan mereka untuk menawarkan layanan baru kepada klien institusional, termasuk dana besar, investor, dan trader.
Sementara itu, BNY telah memulai operasi kecil untuk penitipan bitcoin (BTC) dan ether (ETH) dan berencana untuk memperluas jangkauan layanan mereka untuk mencakup lebih banyak jenis token. Ini menunjukkan bahwa bank-bank tersebut tidak hanya terfokus pada penerimaan potensial aset digital, tetapi juga pada penyediaan solusi keamanan bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor ini.
Citi juga tengah mengeksplorasi opsi untuk memasukkan layanan penitipan cryptocurrency, dengan mempertimbangkan baik untuk mengembangkan solusi dalam rumah maupun berkolaborasi dengan perusahaan luar. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga daya saing di pasar yang semakin berkembang dan untuk memenuhi permintaan klien akan layanan crypto yang aman dan terpercaya.
Beberapa poin utama seputar langkah bank-bank besar dalam memasuki layanan cryptocurrency antara lain:
Peluang Regulasi: Dengan pelonggaran regulasi, bank-bank berusaha untuk menjangkau sektor aset digital, yang menawarkan potensi pertumbuhan dan pendapatan yang menarik.
Inovasi dalam Penitipan Aset: Layanan penitipan digital yang sedang dikembangkan bertujuan untuk memberikan solusi aman bagi para investor yang ingin terlibat dalam cryptocurrency, memperkuat kepercayaan pada pasar.
Persaingan Pasar: Bank-bank besar menyadari kebutuhan untuk beradaptasi dengan tren terbaru di dunia keuangan agar tidak tertinggal oleh fintech dan entitas lain yang lebih gesit dalam inovasi.
Berkembangnya Permintaan: Sejumlah besar investor institusi menunjukkan minat yang meningkat terhadap cryptocurrency, yang semakin mendorong bank untuk menyediakan layanan ini sebagai bagian dari portofolio mereka.
- Keterlibatan yang Beragam: Bank-bank tidak hanya berfokus pada layanan penitipan, tetapi juga mempertimbangkan kolaborasi dengan fintech untuk menciptakan penawaran yang lebih komprehensif.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan paradigma dalam industri keuangan, di mana aset digital semakin diakui sebagai bagian integral dari strategi investasi yang lebih luas. Bank-bank besar tampaknya ingin memastikan bahwa mereka tidak ketinggalan dalam persaingan global yang semakin ketat dalam hal inovasi digital.
Sebagai bank-bank ini beralih ke layanan cryptocurrency, banyak yang mengamati bagaimana mereka akan menangani tantangan yang terkait dengan regulasi dan keamanan. Dalam waktu dekat, kita mungkin akan melihat lebih banyak bank besar yang memperluas layanan mereka ke ruang crypto, menjadikannya pemain dominan di sektor yang semakin berkembang ini. Keputusan untuk masuk ke layanan cryptocurrency tidak hanya akan memengaruhi bank itu sendiri, tetapi juga pasar secara keseluruhan, mengindikasikan transisi besar dalam cara kita memandang dan menggunakan uang di era digital.