
Program bantuan sosial (bansos) untuk ibu hamil dan balita kembali dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia pada Februari 2025. Melalui Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah berupaya memastikan bahwa ibu mendapatkan perawatan optimal selama masa kehamilan dan mendukung tumbuh kembang anak sejak dini. Adanya program ini sebagai sebuah langkah strategis untuk mencegah stunting dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi keluarga yang kurang mampu, serta mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
Melihat besaran bantuan yang akan disalurkan, ibu hamil atau nifas dapat menerima bantuan sebesar Rp750.000 setiap tiga bulan, sehingga total bantuan dalam setahun mencapai Rp3.000.000. Begitu pula untuk anak usia dini, dari usia 0 hingga 6 tahun, akan mendapatkan nominal yang sama. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan, serta memberikan dukungan untuk akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak.
Tahapan pencairan untuk program PKH ini dilakukan dalam empat periode sepanjang tahun. Jadwal pencairan dibagi sebagai berikut:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Untuk tahap pertama, pencairan dimulai sejak Januari 2025 dan berlangsung hingga Maret. Oleh karena itu, para penerima diminta untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal pencairan di daerah masing-masing untuk memastikan bahwa mereka dapat mengakses bantuan dengan tepat waktu.
Bagi masyarakat yang ingin menerima bantuan PKH, terdapat syarat-syarat yang perlu dipenuhi. Calon penerima harus memenuhi kriteria berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI): Memiliki e-KTP yang valid.
- Terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS): Data ini dikelola oleh Kementerian Sosial.
- Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, atau Polri: Program ini khusus untuk masyarakat sipil yang benar-benar membutuhkan.
- Tidak menerima bantuan sosial lain: Seperti BLT subsidi gaji, BLT UMKM, atau Kartu Prakerja.
Masyarakat yang sudah memenuhi syarat di atas dapat memeriksa status penerimaan bantuan mereka dengan cara yang cukup mudah. Mereka dapat menggunakan:
Aplikasi “Cek Bansos”:
- Unduh aplikasi melalui Google Play Store.
- Daftar dengan mengisi data pribadi sesuai petunjuk.
- Setelah verifikasi, masuk dan pilih menu “Profil” untuk melihat status penerimaan.
- Situs Resmi Kementerian Sosial:
- Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id.
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi dan klik “Cari Data” untuk melihat hasilnya.
Setelah mendapatkan informasi mengenai status, langkah berikutnya adalah pencairan dana bantuan. Penerima dapat mencairkannya melalui beberapa metode:
- Bank Himbara: Meliputi BRI, BNI, BTN, dan Mandiri, menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
- Kantor Pos: Bagi penerima yang tidak memiliki rekening bank.
- E-warong dan agen resmi: Bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memudahkan pencairan di berbagai daerah.
Saat proses pencairan, penerima perlu membawa identitas diri dan KKS. Sangat penting juga untuk selalu memantau informasi resmi untuk menghindari potensi penipuan. Dengan adanya bantuan sosial ini, diharapkan kesejahteraan ibu hamil dan anak usia dini dapat meningkat, serta akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih baik dan mudah dijangkau oleh keluarga yang membutuhkan. Program PKH menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera di Indonesia.