
PT Asuransi Asei Indonesia mengungkapkan ambisi besar mereka dalam industri asuransi kendaraan. Pada tahun 2025, perusahaan ini menargetkan pendapatan premi dari asuransi kendaraan berkisar antara Rp10 hingga Rp20 miliar. Hal ini diungkapkan oleh Wahyudin Rahman, Kepala Divisi Transformasi Asei, dalam sebuah wawancara yang dilakukan baru-baru ini.
Asuransi Asei yang terbilang sebagai pendatang baru dalam segmen asuransi kendaraan ini mengandalkan produk-produk syariah dari Unit Usaha Syariah (UUS) Asei. Saat ini, UUS Asei sedang dalam proses pengalihan kepada PT Asuransi Jasindo Syariah. Dalam penjelasannya, Wahyudin menekankan bahwa pihaknya berusaha hadir dengan syarat dan ketentuan yang kompetitif, serta fokus pada segmentasi baru seperti multifinance dan agunan perbankan.
“Tak muluk, kami harapkan bisa di Rp10-20 miliar untuk asuransi kendaraan bermotor. Strategi yang dijalankan tentunya mencoba bisnis dengan terms and conditions yang bersaing dan segmentasi baru,” terang Wahyudin.
Berbicara tentang prospek tahun ini, Wahyudin meyakini bahwa industri asuransi kendaraan akan tetap stabil. Meski demikian, Asei harus menghadapi tantangan yang tidak ringan, termasuk daya saing dengan kompetitor lain yang lebih established. Ia menjelaskan bahwa perusahaan perlu meningkatkan infrastruktur dan layanan, mengingat mereka baru memulai operasional di segmen ini. Selain itu, hadirnya kendaraan listrik juga menuntut adaptasi mendalam terhadap wording polis dan ketentuan regulasi yang masih perlu disempurnakan.
Di sisi lain, prospek positif bagi Asuransi Asei muncul dari rencana pemerintah yang mengharuskan semua pemilik kendaraan bermotor untuk memiliki asuransi tanggung jawab pihak ketiga atau Third Party Liability (TPL). “Kami berharap dapat diikutsertakan jika ada konsorsium khusus asuransi wajib TPL ini,” harap Wahyudin.
Transformasi bisnis juga menjadi fokus utama Asuransi Asei, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Dody menjelaskan bahwa saat ini Asei sedang berupaya untuk mengoptimalkan hasil underwriting dengan mengembangkan produk-produk asuransi ritel, termasuk asuransi kendaraan. “Selama ini pengembangan asuransi kendaraan bermotor dilakukan oleh UUS Asei. Sejalan dengan transfer portofolio syariah karena Asei tidak melanjutkan UUS tersebut, maka portofolio syariah dipindahkan ke Asei konvensional,” ucap Dody. Ini merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk memperluas pengembangan bisnis asuransi ritel.
Seluruh langkah ini diambil di tengah proses pemisahan dan pengalihan portofolio UUS Asei ke PT Asuransi Jasindo Syariah, yang direncanakan selesai pada tahun 2026. Pengalihan ini menjadi bagian dari kewajiban perusahaan untuk melakukan spin-off sesuai regulasi yang berlaku.
Dengan melihat berbagai peluang dan tantangan yang ada, Asuransi Asei terus mengembangkan strategi agar dapat bersaing di pasar asuransi kendaraan yang semakin kompetitif. Langkah-langkah konkret ini mencakup peningkatan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta memanfaatkan tren baru dalam industri, seperti asuransi untuk kendaraan listrik. Seiring dengan itu, harapan untuk bergabung dalam konsorsium asuransi TPL menjadi langkah strategis lain yang ingin diraih oleh perusahaan.
Industri asuransi kendaraan di Indonesia kini tengah memasuki fase yang menarik, dan Asuransi Asei bertekad untuk meraih porsi pasar yang signifikan. Dengan pendekatan inovatif dan fokus pada segmen-segmen baru, Asuransi Asei optimis dapat mencapai target premium yang telah ditetapkan di tahun 2025.