Sains

Asteroid Berisiko 1 dari 48 Menghantam Bumi 2032: Ini Penampakannya!

Asteroid bernama 2024 YR4 mencuri perhatian periode ini setelah dipublikasikan bahwa asteroid tersebut memiliki peluang 1 dalam 48 untuk menabrak Bumi pada tahun 2032. Investigasi lebih lanjut terhadap asteroid ini sangat penting bagi astronom, mengingat ukuran asteroid yang diperkirakan mencapai 54 meter, atau sebesar kastil Cinderella di Walt Disney World Florida.

Gambar asteroid 2024 YR4 diambil pada 7 Februari 2025 menggunakan teleskop Gemini Selatan yang terletak di Cerro Pachón, Pegunungan Andes, Chili. Pada saat pengambilan gambar, jarak asteroid ini dari Bumi adalah sekitar 37 juta mil (59,5 juta kilometer) dan sekitar 130 juta mil (209 juta kilometer) dari Matahari. Teleskop ini mampu menangkap detail yang sangat kecil, dengan seorang astronom dari NASA, Bryce Bolin, menyatakan, "Saya sangat bersemangat dengan 2024 YR4! Tidak hanya karena ketenarannya, tetapi juga karena potensi ilmiah dari mempelajari asteroid kecil ini dengan detail tinggi."

Untuk memperoleh gambar yang berkualitas, tim astronom melakukan 12 pengamatan selama 200 detik dalam rentang warna merah dan melacak pergerakan asteroid. Bolin menjelaskan bahwa pengamatan ini cukup sulit karena tiga alasan utama:

  1. Faintness: Asteroid ini cukup redup, sehingga memerlukan teleskop besar untuk mengamatinya.
  2. Pencahayaan Latar Belakang: Pada saat pengamatan, bulan berada dalam fase 70% iluminasi, meningkatkan cahaya latar yang membuat pengamatan semakin sulit.
  3. Pergerakan Cepat: Dengan kecepatan pergerakan 0,26 detik busur per menit, pelacakan dengan teleskop Gemini Selatan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak kehilangan jejak asteroid.

Asteroid 2024 YR4 pertama kali ditemukan oleh sistem peringatan dampak asteroid yang didanai NASA, ATLAS, pada 27 Desember 2024. Sejak saat itu, asteroid ini menduduki posisi teratas dalam tabel risiko impak NASA, dan peluang dampaknya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Namun, pemburu asteroid, David Rankin, menjelaskan bahwa peningkatan ini sebenarnya sudah diperkirakan dan bahwa peluang dampak tersebut diharapkan akan menurun seiring dengan pemahaman yang lebih baik tentang orbit asteroid.

Meskipun ada gambar yang diambil dari Gemini Selatan, saat ini asteroid sedang bergerak menjauh dari Bumi, sehingga sulit untuk mendapatkan gambar yang lebih baik dari permukaan bumi untuk sementara waktu. Bolin menambahkan bahwa 2024 YR4 akan semakin sulit terdeteksi hingga sekitar pertengahan Maret 2025, tetapi diharapkan akan terlihat kembali di teleskop darat pada pertengahan 2028 saat kembali mendekati Bumi.

Perhatian terhadap asteroid ini bukan hanya karena kemungkinan dampaknya, tetapi juga karena potensi ilmiah yang bisa didapatkan dengan mempelajari benda luar angkasa ini. Teleskop luar angkasa James Webb (JWST) direncanakan untuk turut berperan dalam pemantauan asteroid ini pada bulan Maret, dan diharapkan dapat memberikan pandangan lebih dalam dan jelas sebelum asteroid ini kembali mendekati Bumi.

Sementara itu, perhatian masyarakat terhadap ancaman dari asteroid dan objek dekat Bumi makin meningkat, dan penemuan serta pengamatan asteroid seperti 2024 YR4 menjadi sangat krusial dalam penelitian masa depan. Seiring dengan kemajuan teknologi dan penelitian, diharapkan masyarakat dapat memiliki informasi yang lebih baik dan akurat mengenai objek luar angkasa yang dapat mempengaruhi planet kita.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button