Aplikasi KANTAR, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu platform investasi menjanjikan, kini dikabarkan resmi menjadi scam. Berita ini mulai beredar setelah situs web resmi aplikasi tersebut, idkantar.com, tidak dapat diakses lagi. Hal ini memicu kepanikan di kalangan penggunanya, terutama bagi mereka yang sudah bergabung dan berharap mampu menarik saldo yang tersimpan di akun mereka.
Kabar mengenai hilangnya akses ke aplikasi Kantar benar-benar mengejutkan. Sebelumnya, banyak orang tertarik dengan platform ini yang mengklaim menawarkan kemudahan untuk memperoleh penghasilan hanya dengan melakukan like atau komentar di media sosial. Namun, janji manis tersebut tampaknya hanya kedok untuk skema penipuan yang lebih besar.
Berdasarkan laporan dari beberapa pengguna, aplikasi Kantar menerapkan skema ponzi, di mana keuntungan dibayarkan kepada anggota baru menggunakan dana yang disetorkan oleh anggota yang lebih lama. Salah satu ciri mencurigakan dari aplikasi ini adalah keharusan bagi anggota untuk melakukan top up sebelum mereka diizinkan menarik uang. Besar nominal top up yang diharuskan bervariasi berdasarkan saldo yang ingin ditarik dan tingkat keanggotaan pengguna.
Sebelum kabar scam ini menyebar, Kantar memberikan tenggat waktu 24 jam bagi anggotanya untuk melakukan pencairan setelah melakukan top up. Namun, banyak pengguna melaporkan bahwa proses pencairan mereka mengalami kendala serius. Mereka merasa dirugikan karena terjadi penundaan yang berkepanjangan dalam mengakses dana mereka. Meskipun top up sudah dilakukan, pencairan tidak kunjung berhasil.
Aplikasi Kantar memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk mengajukan penarikan saldo pada waktu tertentu, seperti yang terjadi pada 25 Februari 2025, ketika proses pengajuan dibuka selama empat jam. Namun, dalam praktiknya, banyak pengguna yang merasa kecewa karena pencairan belum juga diproses, membuat ketidakpastian semakin meningkat di kalangan member.
Lebih dari sekadar penipuan biasa, kabar mengenai aplikasi Kantar ini seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap aplikasi yang menawarkan imbalan yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Sebab, banyak platform yang kini beredar bisa jadi hanya merupakan kedok untuk melancarkan aksi penipuan. Dari pengalaman ini, ada beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan saat memilih aplikasi investasi:
– Menuntut top up atau deposit untuk pencairan dana.
– Menjanjikan keuntungan yang terlalu besar dalam waktu singkat.
– Memiliki sistem referral dengan imbalan komisi bagi pengguna yang mengajak orang lain untuk bergabung.
– Tidak memiliki informasi atau kontak yang jelas dan website yang tiba-tiba tidak dapat diakses.
Bagi mereka yang merasa menjadi korban dari aplikasi seperti Kantar, sangat disarankan untuk segera menghubungi pihak berwenang atau bank guna melaporkan kejadian tersebut. Melindungi data pribadi dan mengamankan dana yang hilang juga sangat penting dalam situasi seperti ini.
Kejadian ini menyoroti perlunya kehati-hatian dalam memilih aplikasi yang menjanjikan potensi penghasilan. Di tengah maraknya penipuan yang terjadi, pemahaman tentang tanda-tanda aplikasi skam dapat membantu masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terjebak dalam praktik penipuan yang merugikan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat diharapkan semakin kritis dan cerdas dalam menyikapi tawaran investasi yang ada, sehingga tidak menjadi korban berikutnya dari skema seperti Kantar.