Sains

Api di California: Bagaimana Cuaca dan Perubahan Iklim Memicu Kebakaran

Kebakaran hutan yang melanda wilayah Los Angeles bulan lalu menjadi sorotan karena dipicu oleh pola cuaca yang dipengaruhi oleh perubahan iklim. Penelitian yang dirilis oleh World Weather Attribution menunjukkan bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh manusia meningkatkan kemungkinan kondisi yang mendorong kebakaran tersebut sebesar 35%. Kebakaran Palisades dan Eaton telah membakar total 37.000 acre, menjadikannya sebagai kebakaran hutan kedua dan ketiga paling merusak dalam sejarah California setelah Kebakaran Camp pada tahun 2018.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa angin Santa Ana berperan besar dalam memperkuat kedua kebakaran tersebut. Kerugian yang diakibatkan oleh hembusan angin mencapai kecepatan lebih dari 150 mph, bertiup dari Great Basin menuju daerah Los Angeles saat Kebakaran Palisades dimulai di Pegunungan Santa Monica pada 7 Januari. Kejadian ini terjadi setelah satu tahun yang ditandai oleh kekeringan yang diikuti oleh periode hujan lebat, menciptakan kondisi ideal untuk kebakaran hutan yang intens.

Alexander Gershunov, seorang ilmuwan iklim dari Scripps Institution of Oceanography di Universitas California, San Diego, mengatakan bahwa tidak ada curah hujan signifikan menjelang kebakaran dan bahwa mereka sedang mengalami peristiwa angin Santa Ana ketiga yang signifikan tahun ini. “Jadi, angin-angin ini memang sudah tepat pada waktunya. Curah hujan yang terlambat,” katanya.

Hujan lebat yang terjadi musim dingin lalu memicu pertumbuhan tanaman yang lebat di Southern California, namun kekeringan berkepanjangan yang dimulai pada bulan Oktober mengeringkan semak-semak baru tersebut, menciptakan bahan bakar untuk kebakaran. Perubahan iklim berperan dalam kedua fenomena itu; peristiwa aliran atmosfer ekstrem di California semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya suhu global, mengingat atmosfer yang lebih hangat dapat menahan lebih banyak kelembapan. Selain itu, meskipun kekeringan merupakan bagian alami dari iklim California, perubahan iklim juga memperpanjang dan memperparah periode tersebut.

Menurut data dari Departemen Sumber Daya Air California, sebagian wilayah Southern California mengalami musim hujan yang paling terlambat dalam lebih dari 150 tahun pencatatan. Gershunov mengemukakan, “Saya rasa kita belum beradaptasi dengan iklim yang kita miliki, apalagi dengan perubahan iklim yang diperkirakan akan membuatnya semakin fluktuatif terkait variasi total curah hujan dari tahun ke tahun.” Ia menekankan pentingnya mengendalikan pemicu kebakaran dan pertimbangan dalam mengembangkan populasi di daerah pegunungan.

Musim kebakaran di seluruh Amerika Serikat bagian Barat semakin intens dan berlangsung hingga tiga minggu lebih lama, menurut studi yang dipublikasikan oleh organisasi penelitian Climate Central tahun lalu. Gershunov mengingatkan bahwa kebakaran hutan merupakan bagian dari kehidupan di California, dan ada kebutuhan mendesak untuk belajar mengendalikannya agar tidak menyebar ke tempat-tempat yang mengancam keselamatan manusia.

Seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim, kebakaran hutan di California diharapkan akan terus menjadi tantangan ke depan. Penelitian dan pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena ini diharapkan dapat membantu merumuskan langkah-langkah mitigasi yang efektif untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Politika dan strategi penanggulangan kebakaran harus disusun dengan mempertimbangkan perubahan pola cuaca, pemukiman, dan faktor-faktor lingkungan lainnya yang berinteraksi kompleks dalam kerangka iklim yang terus berubah.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button