Saham Strategy (NASDAQ: MSTR) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari Selasa, dengan harga sahamnya merosot hingga 13% pada pukul 14:40 waktu ET. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite, yang masing-masing turun sebesar 0,6% dan 1,3%. Di sisi lain, harga Bitcoin juga terjun bebas, mengalami penurunan sebesar 7,8% dalam 24 jam terakhir.
Latar belakang penurunan ini terkait dengan meningkatnya sentimen bearish di pasar saham dan cryptocurrency. Salah satu penyebabnya adalah pengumuman terbaru dari pemerintah Trump yang berencana untuk memberlakukan tarif baru yang signifikan terhadap Kanada dan Meksiko serta pembatasan baru ekspor semikonduktor ke China. Berita ini mengakibatkan penyesuaian besar dalam valuasi perusahaan-perusahaan di pasar. Mantan raksasa teknologi Nvidia juga dijadwalkan merilis laporan pendapatan kuartal keempatnya, yang diprediksi dapat memberikan dampak substansial terhadap valuasi saham dan cryptocurrency setelah pasar tutup.
Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy ini telah mengubah fokusnya menjadi semacam perusahaan investasi Bitcoin. Kondisi ini menyebabkan performa sahamnya sangat berkorelasi dengan pergerakan harga Bitcoin. Setiap proyeksi positif terhadap saham Strategy harus dimulai dengan analisis bullish terhadap Bitcoin itu sendiri. Dengan harga Bitcoin saat ini yang turun sekitar 14% dari puncaknya, muncul kemungkinan bahwa harga saham Strategy bisa merangkak naik seiring dengan pemulihan nilai Bitcoin.
Namun, bagi para investor yang optimis mengenai prospek jangka panjang Bitcoin, berinvestasi langsung dalam cryptocurrency tersebut bisa jadi pilihan yang lebih baik. Meskipun skenario bullish antara saham Strategy dan Bitcoin memiliki tumpang tindih yang besar, investasi di perusahaan ini membawa beberapa risiko tambahan. Strategi pendanaan yang digunakan untuk memungkinkan saham tersebut mengungguli Bitcoin juga disertai dengan tingkat kompleksitas dan risiko kerugian yang lebih besar. Dengan mempertimbangkan hal ini, banyak analis berpendapat bahwa investor yang ingin mengekspos diri mereka di pasar crypto lebih baik memilih untuk berinvestasi langsung di Bitcoin.
Sementara jalur investasi langsung dalam Bitcoin menunjukkan potensi, saham Strategy mengandung tantangan tersendiri. Banyak faktor eksternal dapat mempengaruhi kedua jenis investasi ini. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh calon investor:
- Market Sentiment: Fluktuasi harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar secara keseluruhan.
- Regulasi: Kebijakan pemerintah terhadap cryptocurrency sering berubah, yang dapat berdampak langsung pada harga dan kinerja saham Strategy.
- Risiko Pendanaan: Strategi pendanaan yang kompleks dapat meningkatkan risiko jika kondisi pasar tidak mendukung.
- Katalis Pasar: Rilis laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar seperti Nvidia bisa mengubah arah pasar cryptocurrency.
- Valuasi yang Volatil: Saham Strategy berkorelasi erat dengan volatilitas harga Bitcoin, sehingga perubahan yang tajam dalam cryptocurrency tersebut bisa berpotensi merugikan.
Dengan memahami berbagai faktor ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan apakah mereka harus berinvestasi dalam saham Strategy atau langsung membeli Bitcoin. Seiring dengan tren pasar yang terus berkembang dan berita-berita yang muncul, investor disarankan untuk selalu mengikuti informasi terbaru dan menganalisis situasi sebelum membuat keputusan finansial yang berkaitan dengan investasi di pasar cryptocurrency.