Sains

AI Proyek Prioritas Danantara: Pengamat Serukan Kajian Mendalam

Rencana pembangunan pusat data artificial intelligence (AI) di Indonesia menjadi salah satu proyek prioritas yang dicanangkan oleh Danantara. Langkah ini, menurut beberapa pengamat, mencerminkan visi jangka panjang dalam mengantisipasi kebutuhan teknologi yang semakin meningkat. Namun, munculnya usulan tersebut juga membawa sejumlah pertanyaan terkait kesiapan dan kebutuhan nyata akan fasilitas ini.

Heru Sutadi, Direktur Eksekutif ICT yang juga merupakan pengamat ekonomi digital, menilai bahwa pengembangan pusat data AI merupakan langkah yang tepat dan menunjukkan keseriusan dalam pemanfaatan teknologi di Indonesia. Terlepas dari itu, Heru menegaskan pentingnya melakukan kajian mendalam agar proyek ini tidak hanya sekedar menjadi wacana, tetapi dapat direalisasikan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

"Jika Danantara ingin mengembangkan pusat data artificial intelligence, itu adalah langkah yang cukup bagus. Namun, kita perlu melihat kembali dengan cermat apakah ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan teknologi sekarang," ungkap Heru kepada Bisnis pada Senin (24/2/2025).

Heru juga menyoroti bahwa saat ini Indonesia telah memiliki beberapa pusat data, seperti yang dibangun oleh Komdigi di Cikarang. Meskipun sebelumnya Komdigi merencanakan untuk membangun empat pusat data, masih ada ketidakpastian apakah tiga pusat data lainnya akan terwujud.

"Ini menandakan adanya ketidakpastian dalam perkembangan sektor ini. Kita perlu memastikan bahwa pusat data yang ada saat ini dapat berfungsi sebagai pusat data AI dan tidak berpotensi menciptakan surplus kapasitas yang jauh lebih besar dari permintaan," jelasnya.

Pengembangan pusat data AI memerlukan perhatian pada beberapa aspek penting. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan secara komprehensif:

  1. Aspek Teknis: Infrastruktur yang ada harus mampu mendukung pengoperasian pusat data AI dengan standar tinggi untuk memastikan performa optimal.

  2. Aspek Lingkungan dan Sosial: Proyek ini harus memperhatikan dampak lingkungannya serta posisi sosial dari masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Keberlanjutan lingkungan menjadi hal yang krusial, terutama jika proyek ini mengarah pada green data center.

  3. Aspek Hukum: Pastikan bahwa semua tindakan dalam pengembangan ini mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. Kepatuhan terhadap hukum merupakan fondasi penting bagi kelangsungan proyek.

  4. Aspek Bisnis: Rencana bisnis yang jelas dan terukur diperlukan untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan akan memberikan hasil yang diharapkan dalam jangka panjang.

  5. Manajemen Risiko: Identifikasi risiko dan strategi mitigasi yang baik akan berperan penting dalam keberhasilan proyek ini mengingat besarnya sumber daya finansial yang akan dikeluarkan, yang diperkirakan bisa mencapai triliunan rupiah.

"Setelah mempertimbangkan semua aspek ini, kita harus mengakui bahwa kebutuhan minimal untuk pusat data AI di Indonesia adalah dua lokasi, mengingat topologi geografis dan kebutuhan yang beragam di berbagai daerah," tukas Heru.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya proyek ini dalam konteks yang lebih luas. Dalam pengumuman terkini, ia menyebutkan bahwa pembangunan pusat data AI akan menjadi bagian dari proyek nasional yang mencakup hilirisasi komoditas seperti nikel, bauksit, dan tembaga, serta proyek-proyek lain yang berkaitan dengan energi terbarukan dan produksi pangan.

"Ini adalah sektor yang akan menentukan masa depan kita, kesejahteraan kita, dan kemandirian bangsa kita," tegas Prabowo menggarisbawahi urgensi dan potensi proyek tersebut di era teknologi ini.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pengembangan pusat data AI di bawah naungan Danantara menjadi sorotan, diharapkan dapat memenuhi harapan dan kebutuhan teknologi di masa depan dengan cara yang berkelanjutan dan terencana.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button