Internasional

10.000 Warga Freiburg Demo Menentang AfD: Suara Penolakan Keras!

Ribuan orang turun ke jalan di kota Freiburg, Jerman, pada hari Senin untuk memprotes keberadaan partai sayap kanan, Alternative for Germany (AfD). Menurut estimasi awal dari polisi, sekitar 10.000 orang berkumpul untuk mengikuti demonstrasi tersebut, satu jam sebelum protes dimulai.

Aksi protes ini digelar menjelang pemilu yang akan dilaksanakan pada 23 Februari mendatang. Para demonstran berangkat dari pusat kota Freiburg menuju lokasi di timur laut kota, di mana AfD dijadwalkan menggelar acara kampanye. Demo ini merupakan bagian dari serangkaian aksi pro-demokrasi yang melibatkan ratusan ribu peserta di seluruh Jerman dalam beberapa minggu terakhir.

Dukungan untuk AfD meningkat pesat, dan saat ini mereka menduduki posisi kedua di jajak pendapat, setelah blok konservatif Christian Democratic Union/Christian Social Union (CDU/CSU). Keberhasilan AfD ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama setelah CDU/CSU menunjukkan keinginan untuk bekerjasama dengan AfD dalam meloloskan mosi terkait pembatasan imigrasi. Langkah ini dianggap melepaskan "tembok api" yang selama ini menghalangi kolaborasi dengan kelompok sayap kanan.

Organisasi yang memimpin protes, yang dikenal sebagai "Freiburg Resist," menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membiarkan AfD dan CDU membentuk pemerintahan berikutnya. "Jangan biarkan AfD dan CDU membentuk pemerintahan berikutnya!" adalah salah satu seruan yang menggema di tengah demonstrasi.

Dalam konteks yang lebih luas, fenomena kebangkitan AfD dan reaksi publik terhadapnya mencerminkan perubahan dinamika politik di Jerman. Beberapa poin penting terkait situasi ini, antara lain:

  1. Peningkatan Dukungan untuk AfD: AfD telah menguat dan kini berada di urutan kedua dalam jajak pendapat, mengguncang kestabilan politik yang selama ini ada.

  2. Julukan ‘Diktator’ untuk Kekuatan Polisi: Dalam beberapa aksi, para demonstran menuntut agar pemerintah tidak bertindak represif terhadap suara oposisi.

  3. Kerjasama CDU dengan AfD: Keputusan CDU untuk mendukung mosi non-binding terkait pengendalian imigrasi dengan suara AfD menimbulkan kemarahan di kalangan sebagian masyarakat yang mengkhawatirkan potensi hilangnya nilai-nilai demokrasi.

  4. Resistensi terhadap Ekstremisme: Demonstrasi di Freiburg adalah salah satu dari banyak aksi yang digelar di Jerman untuk mengekspresikan penolakan terhadap ekstremisme kanan dan mempertahankan nilai-nilai demokrasi.

Demonstrasi ini melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari kaum muda hingga orang tua, yang semua berkumpul dengan tujuan yang sama: mengekspresikan suara pro-demokrasi dan melawan kebangkitan ideologi sayap kanan. Pesan yang kuat disampaikan oleh para demonstran bahwa mereka tidak akan membiarkan kebangkitan AfD mendominasi politik Jerman.

Ketegangan politik di Jerman semakin meningkat menjelang pemilu yang akan datang, dan protes ini adalah salah satu indikator betapa pentingnya dukungan untuk nilai-nilai demokratis dikarenakan memburuknya situasi politik. Freiburg menjadi sorotan sebagai contoh bagaimana masyarakat bisa bersatu untuk menolak ekstremisme dan memperkuat komitmen terhadap kebebasan dan keadilan sosial.

Hendrawan adalah penulis di situs spadanews.id. Spada News adalah portal berita yang menghadirkan berbagai informasi terbaru lintas kategori dengan gaya penyajian yang sederhana, akurat, cepat, dan terpercaya.

Berita Terkait

Back to top button